

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tengah mematangkan langkah strategis untuk mentransformasi asrama haji menjadi pusat pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah. Dengan pemanfaatan lahan yang luas, asrama haji diproyeksikan tidak hanya sebagai tempat penginapan, tetapi juga sebagai pusat layanan terpadu (One Stop Services) bagi jamaah umrah.
Demikain disampaikan Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaf, dalam keterangan resminya di Jakarta, Jum’at (13/2/2026), seperti dilansir laman resmi Kemenhaj, haji.go.id.
Menurutnya, program ini merupakan hasil kolaborasi sinergis antara Kemenhaj, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta Garuda Indonesia. Fokus utamanya adalah memberikan kemudahan dan kenyamanan ekstra bagi jamaah umrah sebelum bertolak ke Tanah Suci.
“Melalui konsep One Stop Services, jamaah umrah atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang menggunakan Garuda Indonesia dapat memilih untuk berangkat dari asrama haji,” katanya.
Maria menjelaskan, jika memilih berangkat melalui asrama haji, jamaah akan mendapatkan fasilitas berupa bimbingan manasik, city chek-in, layanan imigrasi dan transportasi langsung ke apron.
“Pengurusan bagasi dan boarding pass langsung di lokasi. Pun dengan pemeriksaan paspor yang tuntas di asrama haji. Jamaah juga akan diantar menggunakan bus khusus langsung menuju pintu pesawat di bandara tanpa harus mengantre di terminal keberangkatan umum,” jelas Maria.
Lebih lanjut Maria menegaskan bahwa layanan ini dirancang untuk meminimalisir kepadatan dan waktu tunggu jamaah di bandara. Namun, ia menggarisbawahi bahwa layanan ini bersifat opsional.
“Pemerintah menyediakan fasilitas ini murni untuk memberikan kenyamanan lebih bagi jamaah. Perlu kami sampaikan bahwa One Stop Services ini adalah sebuah pilihan atau opsi, bukan hal yang wajib bagi jamaah umrah,” ujar Maria.
Saat ini, konsep tersebut sedang dalam tahap pematangan akhir. Sebagai langkah awal, pemerintah akan menunjuk satu asrama haji sebagai lokasi percontohan (pilot project) sebelum diimplementasikan secara masif di seluruh Indonesia.
Meskipun saat ini kerja sama baru terjalin dengan Garuda Indonesia, pemerintah membuka peluang lebar untuk berkolaborasi dengan maskapai penerbangan lain di masa mendatang guna memperluas jangkauan layanan ini.
“Asrama haji memiliki potensi luar biasa untuk dimanfaatkan bagi banyak hal yang produktif. Kami memulai dengan ekosistem umrah ini agar perjalanan ibadah masyarakat menjadi lebih khusyuk dan efisien,” pungkasnya. (hay)