Menhaj Lepas Keberangkatan Musrif Diny ke Tanah Suci, Perkuat Sukses Ritual Haji
May 12, 2026
Kemenhaj Terima Bantuan dari Zayed Foundation untuk 162 Jamaah Haji Indonesia
May 12, 2026

Kemenhaj Perkuat Transformasi Digital Layanan Haji 2026

AMPHURI.ORG, JAKARTA—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447H/2026, khususnya pada aspek pelaporan, pengawasan, dan percepatan respons layanan jamaah di Tanah Suci. Transformasi digital menjadi bagian penting dari upaya peningkatan kualitas layanan dan pelindungan jamaah agar semakin cepat, terukur, responsif, serta berbasis data.

Demikian disampaikan Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff dalam keterangan resmi di MCH Jakarta, Selasa (12/5/2026).

“Hari ini kita memasuki hari ke-22 masa operasional penyelenggaraan ibadah haji. Secara umum, seluruh layanan berjalan dengan baik, mulai dari pemberangkatan di Tanah Air, kedatangan di Arab Saudi, akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga pembinaan ibadah, dengan pendampingan petugas di seluruh titik layanan,” ujarnya.

Maria menjelaskan, dalam mendukung penguatan pelayanan dan pelindungan jamaah, Kemenhaj mengoptimalkan pemanfaatan platform digital Kawal Haji, yang dapat digunakan oleh jamaah maupun petugas untuk menyampaikan laporan, informasi, serta kendala layanan selama berada di Tanah Suci.

“Melalui Kawal Haji, setiap laporan yang masuk dapat dipantau, diteruskan, dan ditindaklanjuti lebih cepat sesuai kewenangan petugas di lapangan. Ini adalah bentuk komitmen kami agar setiap suara jamaah dapat segera ditangani,” jelas Maria.

Selain itu, Kemenhaj juga memperkuat Command Center Haji 2026 sebagai pusat kendali internal penyelenggaraan haji. Command Center tersebut berfungsi memantau berbagai aspek layanan secara terintegrasi, mulai dari pergerakan jamaah, data kloter, sektor, akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga berbagai informasi lapangan yang membutuhkan respons cepat.

“Dengan sistem ini, pengawasan tidak lagi hanya dilakukan secara manual, tetapi berbasis data dan informasi yang terintegrasi. Tujuannya jelas, agar setiap layanan dapat dipantau lebih dekat dan setiap kendala dapat segera direspons secara cepat dan tepat,” lanjutnya.

Kemenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja memberikan layanan terbaik kepada jamaah, baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi.

“Transformasi digital ini kami hadirkan untuk memastikan layanan haji semakin cepat, responsif, transparan, dan benar-benar berpihak kepada jamaah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Maria menjelaskan, berdasarkan data operasional terbaru, sebanyak 359 kloter dengan 138.879 jamaah dan 1.433 petugas telah diberangkatkan menuju Saudi. Sementara itu, pergerakan jamaah dari Madinah menuju Mekkah terus berlangsung secara bertahap. Hingga saat ini, tercatat 273 kloter dengan 105.360 jamaah dan 1.092 petugas telah tiba di Mekkah.

Untuk kedatangan jamaah gelombang kedua melalui King Abdulaziz International Airport, tercatat sebanyak 84 kloter dengan 32.009 jamaah dan 337 petugas telah tiba dan mulai menjalani rangkaian layanan sesuai tahapan operasional.

“Selain itu, sebanyak 6.018 jamaah haji khusus juga telah berada di Saudi dan menjalankan rangkaian ibadah sesuai jadwal masing-masing,” jelasnya. (hay)

Leave a Reply