

AMPHURI.ORG, YOGYAKARTA—Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf dan Sultan HB X mendorong pelibatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Provinsi Yogkarta dalam pemenuhan konsumsi jamaah haji di embarkasi/debarkasi Yogyakarta pada penyelenggaraan haji 1447H/2025M.
“Sri Sultan Hamengku Buwono X sejak lama sudah mendorong dan mendukung pembangunan embarkasi haji di Kulonprogo untuk mempermudah pemberangkatan jamaah dari DIY dan sekitarnya. Dan ini saatnya UMKM lokal mengambil peranan penting dalam pemenuhan konsumsi haji 2026,” kata Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan ini usai bertemu dengan Sultan HB X di Yogyakarta, Kamis (27/11/2025).
Gus Irfan menegaskan, penetapan Yogyakarta sebagai Embarkasi dan Debarkasi Haji Indonesia seperti yang tertuang dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 15 Tahun 2025. Menurutnya, penepatan ini sebagai bentuk perhatian Presiden Prabowo dalam mewujudkan harapan Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Menhaj menjelaskan, embarkasi haji Yogyakarta ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2026, melayani jamaah dari DIY dan sebagian Jawa Tengah. Embarkasi ini diharapkan dapat memangkas jarak dan waktu tempuh jamaah, mengurangi kepadatan di embarkasi lain, serta mengoptimalkan fungsi Bandara Internasional Yogyakarta.
“Peran UMKM di embarkasi yang melayani wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sangatlah penting, terutama dalam mendukung perekonomian lokal dan memenuhi kebutuhan jamaah haji 2026,” tegas Gus Irfan.
Sementara, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengapresiasi langkah Kemenhaj yang menaruh harapan besar UMKM lokal dapat didorong dan digandeng untuk memenuhi kebutuhan konsumsi (katering) jemaah haji selama berada di embarkasi di YIA.
“Peningkatan kesejahteraan lokal akan terangkat dengan adanya kegiatan embarkasi haji membuka pasar yang luas bagi produk UMKM. Ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM dan menggerakkan roda ekonomi daerah sekitar,” harap Sultan HB X.
Lebih lanjut, Sri Sultan HB X mengatakan, dukungan logistik dan layanan lainnya akqn berdampak nyata dalam pergerakan ekonomi dari berbagai bidang. Diantaranya bidang transportasi, penginapan (seperti rencana embarkasi berbasis hotel), dan jasa lainnya juga turut merasakan dampak positif dari mobilitas jamaah haji dan petugas.
“Keterlibatan UMKM ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberdayakan ekonomi kerakyatan dan memastikan manfaat penyelenggaraan ibadah haji dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal,” tandas Sultan HB X. (hay)