BPKH Akselerasi Pengembalian Dana Bipih Khusus, 63 Persen Pengajuan Telah Tuntas
January 21, 2026
Kemenhaj: Petugas yang Sudah Pernah Berhaji Langsung Disiagakan di Mina
January 22, 2026

Menhaj Beberkan Kesiapan Penyelenggaraan Haji 2026

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochammad Irfan Yusuf membeberkan kesiapan penyelenggaraan haji 2026. Tak terkecuali biaya operasional haji telah ditransfer sejumlah 64,8 persen dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

“Penyiapan biaya operasional ibadah haji. Jumlah dana ditransfer oleh BPKH sejumlah Rp 11.574.420.950.436 atau sebesar 63,8% dari jumlah permintaan BPIH tahun 2026 sebesar 18 triliun 215 miliar 355 juta 689 ribu 936 rupiah,” kata Menhaj dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, dari jumlah itu, beberapa sudah ditransfer ke Arab Saudi untuk persiapan sarana dan prasarana haji. Biaya yang sudah ditransfer mencakup pembayaran tenda, paket layanan Masyair, sebagian hotel dan semacamnya.

“Pemerintah telah melakukan transfer untuk pembayaran tenda, paket layanan Masyair, dan sebagian hotel, konsumsi, transportasi sebesar 2.254.320.260 Saudi Riyal dan tenggat waktu pembayarannya 20 Januari 2026 kemarin,” jelas Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan.

Gus Irfan juga menjelaskan persiapan di Saudi sudah dilakukan sejak 27 November 2025 yang meliputi akomodasi, konsumsi serta transportasi.

“Adapun progresnya sebagai berikut: akomodasi hotel yang digunakan untuk jemaah haji reguler di Makkah sebanyak 178 hotel yang tersebar dalam wilayah Misfalah 29,56%, Syisyah 27,20%, Raudhah 22,60%, Jarwal 10,30%, dan lainnya 10,30%,” ujar Gus Irfan.

“Sementara di Madinah ada 3 wilayah: Markaziyah Shamaliyah 49,67%, Markaziyah Gharbiyah 36,72%, dan Markaziyah Janubiyah 13,61%,” imbuhnya.

Menhaj juga menjelaskan konsumsi yang akan diterima jamaah haji selama berada di Mekkah maksimal 84 kali. Rinciannya 78 kali makan fresh meal dan 6 kali makan ready to eat pada 7, 8 dan 13 Dzulhijah yang akan dilayani oleh 52 dapur.

“Sementara untuk di Madinah jamaah haji akan dilayani oleh 23 dapur dengan maksimal 27 kali makan,” sambung Gus Irfan.

Lebih lanjut, Menhaj menegaskan progress penyediaan konsumsi bagi jamaah haji sudah masuk dalam proses input dan pembayaran.

“Sementara progress untuk manual untuk 52 dapur Mekkah dan 23 Madinah telah selesai dilaksanakan,” ungkapnya.

Selain itu, Gus Irfan juga menguraikan terkait transportasi di Saudi. Layanan itu terbagi ke tiga layanan.

“Transportasi bagi jamaah haji terbagi dalam tiga layanan: bus antarkota angkutan perhajian melayani jamaah haji dengan rute hotel Madinah ke hotel Mekkah, hotel Mekkah ke hotel Madinah, hotel Mekkah ke Bandara KAIA, dan hotel Madinah ke Bandara AMAA,” tandasnya. (hay)

Leave a Reply