

AMPHURI.ORG, JAKARTA—Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochammad Irfan Yusuf, menegaskan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji tahun 1447H/2026M. Karena itu, Menhaj bertolak ke Arab Saudi pada 12 Februari 2026 untuk menghadiri undangan Saudi-Indonesia Umrah Co-Exchange Forum dari Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi, sekaligus meninjau langsung kesiapan pelayanan haji 2026.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memastikan bahwa seluruh aspek layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga layanan kesehatan dan perlindungan jamaah dipersiapkan secara matang, terukur, dan berorientasi pada kenyamanan serta keselamatan jamaah,” kata Menhaj Irfan Yusuf dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, seperti dilansir dalam laman resmi Kemenhaj, haji.go.id, Jumat (13/2/2026).
Dalam agenda tersebut, Menhaj Gus Irfan, sapaan akrabnya, dijadwalkan akan melakukan pertemuan bilateral dengan Kemenhaj Saudi guna membahas penguatan kerja sama teknis penyelenggaraan haji dan umrah. Pembahasan mencakup peningkatan kualitas layanan berbasis standar pelayanan prima, optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam sistem haji dan umrah, serta penguatan koordinasi operasional menjelang musim haji 2026.
Gus Irfan, menjelaskan, partisipasi Indonesia dalam forum Umrah Exchange juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai penyedia layanan (service providers) di Saudi. Hal ini penting untuk memastikan jamaah haji Indonesia mendapatkan fasilitas terbaik, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan jamaah, khususnya lansia dan kelompok rentan.
Selain menghadiri forum internasional, Gus Irfan juga dijadwalkan meninjau sejumlah titik layanan utama di Makkah dan Madinah, termasuk kesiapan hotel, katering, serta sistem transportasi jamaah. Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam memastikan setiap tahapan pelayanan berjalan sesuai standar yang telah disepakati bersama.
“Pelayanan haji adalah wajah kehadiran negara di Tanah Suci. Kita ingin memastikan jamaah Indonesia mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan manusiawi,” tegas Gus Irfan.
Melalui kunjungan ini, kata Gus Irfan, Kemenhaj menegaskan bahwa transformasi pelayanan haji bukan hanya soal teknis operasional, tetapi juga tentang membangun sistem yang adaptif, responsif, dan berkelanjutan. Pemerintah berkomitmen menghadirkan tata kelola haji yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan jamaah.
Upaya ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara pengirim jamaah haji terbesar di dunia, dengan standar pelayanan yang terus ditingkatkan dari tahun ke tahun demi memberikan pengalaman ibadah yang khusyuk dan bermartabat bagi seluruh jamaah. (hay)