Al-Qur’an dan Empati Sosial: Mengapa Ramadhan Harus Menyatukan
February 25, 2026
AMPHURI Sumbagsel Gandeng CIMB Niaga Syariah Gelar Buka Puasa Bersama Yatim
February 25, 2026

Kementerian Haji dan Umrah Lantik 162 Pejabat Pelayanan

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Dalam upaya menghadirkan layanan yang semakin ramah, sigap, dan berorientasi pada kebutuhan jamaah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melantik 162 pejabat yang terdiri dari 1 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 16 Pejabat Administrator, dan 145 Pejabat Pengawas. Sebanyak 42 orang dilantik secara langsung, sementara sisanya mengikuti pelantikan secara daring.

Pelantikan ini menegaskan komitmen Kementerian untuk memastikan setiap jamaah haji dan umrah mendapatkan pelayanan terbaik sejak proses pendaftaran, pembinaan, keberangkatan, hingga kembali ke tanah air.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan bahwa seluruh pejabat yang dilantik hari ini memiliki tanggung jawab utama untuk menghadirkan pelayanan yang lebih manusiawi dan solutif.

“Jamaah adalah pusat dari seluruh kerja kita. Setiap kebijakan, setiap prosedur, dan setiap layanan harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh jamaah. Mereka adalah tamu Allah yang harus kita layani dengan hormat, empati, dan profesionalisme,” tegas Wamenhaj Dahnil, dalam siaran persnya di Jakarta (25/2/2026).

Dalam pelantikan tersebut, pejabat pusat yang dilantik antara lain:

  1. AA Gunawan, sebagai Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara;
  2. Imam Saroni, sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha pada Bagian Penatausahaan, Penghapusan, dan Pengadaan Barang Milik Negara, Biro Keuangan dan BMN.

Menurut Wamenhaj, penguatan di sektor keuangan dan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) menjadi bagian penting dalam memastikan dukungan sarana dan prasarana pelayanan jamaah berjalan optimal, transparan, dan akuntabel. Tata kelola anggaran dan aset yang baik akan berdampak langsung pada kualitas fasilitas, kesiapan operasional, serta kelancaran layanan di pusat maupun daerah. Karena itu, Dahnil menekankan bahwa integritas merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik.

“Integritas adalah harga mati. Setiap rupiah anggaran dan setiap aset negara harus dikelola secara jujur, transparan, dan bertanggung jawab. Kepercayaan jamaah kepada negara hanya bisa dijaga dengan komitmen moral yang kuat dari seluruh pejabat dan pegawai,” ujar Dahnil.

Wamenhaj menegaskan bahwa pelayanan prima tidak hanya diukur dari kecepatan dan kelengkapan fasilitas, tetapi juga dari bersihnya tata kelola serta akuntabilitas dalam setiap proses kerja.

Lebih lanjut, Wamenhaj menjelaskan, penguatan struktur kepemimpinan ini diarahkan untuk memastikan proses layanan yang lebih cepat dan mudah dipahami oleh jamaah. Selain itu untuk memastikan informasi yang transparan dan mudah diakses, penanganan pengaduan yang responsif dan solutif.

Kemudian terkait kesiapan fasilitas Asrama Haji yang nyaman dan representatif. Dan yang tak kalah penting adalah pendampingan yang optimal, khususnya bagi jamaah lansia dan berkebutuhan khusus.

Pejabat di tingkat pusat akan memperkuat kebijakan yang adaptif dan berbasis kebutuhan jamaah, sementara pejabat di daerah, asrama haji, dan unit vertikal menjadi ujung tombak dalam memastikan kualitas layanan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selain itu, kata Wamenhaj, transformasi digital terus didorong untuk mempermudah akses layanan, meningkatkan efisiensi, dan meminimalkan kendala administratif yang dapat membebani jamaah.

Pelantikan 162 pejabat ini, lanjut Wamenhaj, bukan sekadar pengisian jabatan, tetapi bagian dari pembentukan budaya kerja yang menempatkan jamaah sebagai prioritas utama. Integritas, kecepatan layanan, koordinasi lintas unit, serta kepekaan terhadap kebutuhan jamaah menjadi standar yang terus diperkuat.

“Melalui langkah ini, Kemenhaj berharap setiap jamaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan rasa aman, nyaman, dan tenang, didukung sistem pelayanan yang profesional dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya. (hay)

Leave a Reply