Dua Hari Pemantauan di Saudi, 2.248 Jamaah Umrah Bertolak ke Tanah Air
March 17, 2026
Kemenhaj Kawal Kepulangan 2.190 Jamaah Umrah dalam Dua Hari Terakhir
March 19, 2026

Tingkatkan Pelayanan Jamaah Timur Indonesia, Menhaj Terima Audiensi Gubernur Maluku Utara

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menerima kunjungan audiensi Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, di Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, Jakarta. Pertemuan strategis ini berfokus pada upaya peningkatan kualitas pelayanan, penguatan koordinasi, serta perluasan aksesibilitas bagi jamaah haji dan umrah asal Provinsi Maluku Utara.

Dalam pertemuan tersebut, Menhaj menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan jamaah mendapatkan hak-haknya secara maksimal selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki ekosistem pelayanan haji dan umrah, terutama bagi jamaah di wilayah Indonesia Timur,” ujar Menhaj, pada Selasa (17/3/2026), sebagaimana dilansir laman resmi Kemenhaj, haji.go.id.

Poin lain yang juga dibahas adalah terkait optimalisasi kuota haji bagi Provinsi Maluku Utara guna memberikan kepastian bagi jamaah yang telah berada dalam daftar tunggu (waiting list) yang cukup panjang. Menhaj menekankan pentingnya keadilan distribusi kuota di tingkat kabupaten/kota agar berjalan secara transparan dan akuntabel.

Selain itu, fokus pembahasan juga mencakup pada peningkatan infrastruktur pendukung dan akses transportasi bagi jamaah asal Maluku Utara guna memastikan kenyamanan mobilitas, baik saat keberangkatan dari daerah asal maupun selama berada di Arab Saudi.

Pada kesempatan yang sama, Kemenhaj bersama Pemprov Maluku Utara juga berkoordinasi mengenai standardisasi skrining kesehatan agar sesuai dengan regulasi terbaru Pemerintah Saudi.

“Mengingat tingginya persentase jamaah lanjut usia, perlu adanya pemahaman bagi para petugas haji pendamping terhadap budaya dan bahasa lokal Maluku Utara untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi jamaah,” tambah Menhaj.

Sementara itu, untuk meningkatkan kemandirian jamaah, kedua belah pihak menyepakati adanya kerja sama penguatan edukasi manasik yang lebih mendalam. Hal ini mencakup pemahaman tata cara ibadah hingga sosialisasi regulasi terbaru di Tanah Suci agar jamaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk dan tertib.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengapresiasi respons cepat Kementerian Haji dan Umrah dalam mengakomodasi kebutuhan spesifik jamaah dari wilayahnya. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan haji dan umrah yang lebih inklusif dan berkualitas bagi masyarakat Maluku Utara. (hay)

Leave a Reply