

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menegaskan bahwa komitmen penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 tetap berjalan sesuai rencana awal. Meskipun situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah terus mengalami dinamika yang fluktuatif, otoritas memastikan tidak ada perubahan signifikan yang akan menghambat perjalanan tamu Allah ke tanah suci.
Demikian, kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemenlu, Heni Hamidah, dalam acara Press Briefing Kemlu di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Kamis (16/4/2026).
Heni menegaskan bahwa seluruh lini persiapan masih berada dalam jalur yang tepat, tanpa adanya pergeseran kalender keberangkatan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pemerintah.
“So far haji masih on schedule. Keberangkatan pertama direncanakan tanggal 22 (April),” ujar Heni.
Optimisme ini, kata Heni diperkuat dengan sikap otoritas Arab Saudi yang tetap konsisten menjalankan seluruh tahapan penyelenggaraan haji sesuai protokol perencanaan. Hal ini memberikan sinyal positif bahwa prosesi ibadah akbar tahun ini dapat terlaksana dengan lancar tanpa gangguan teknis dari sisi kebijakan tuan rumah. (hay)