Lindungi Jamaah, Kemenag Gandeng 16 Asuransi Umrah
February 24, 2020
Kemenag Kembali Rekrut Petugas Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji
February 25, 2020

AASI Nilai Asuransi Syariah Perjalanan Umrah Mudah Dikontrol

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Erwin Noekman memaparkan, produk Asuransi Syariah Perjalanan Umrah (ASPU) dapat memberikan kontribusi bagi pendapatan perusahaan. Jika dalam semusim rata-rata satu juta jamaah dengan premi Rp 50 ribu per jamaah, maka akan terkumpul minimal Rp 50 miliar.

“Dengan total jamaah sekitar satu juta per tahun, dengan kontribusi minimal Rp 50 ribu per jamaah per perjalanan, setahun terakumulasi minimal Rp 50 miliar,” katanya, sebagaimana yang dikutip Republika.co.id, Senin, (24/2/2020).

Menurut Erwin, boleh jadi sekilas angkanya tidak terlalu besar. Hanya saja derivatif dari ASPU ini bisa berupa rider atau tambahan manfaat atas jaminan yang ada, maupun perluasan jaminan.

“Misal jaminan asuransi syariah rumah tinggal atau kendaraan selama ditinggal umrah,” ujarnya.

Di sisi lain, kata dia, berbagai jaminan yang diberikan ASPU relatif mudah dikontrol.

Erwin menambahkan, dengan faktor risiko rendah menengah. Maka manajemen masih memungkinkan potensi profit, baik untuk perusahaan atau ujrah, maupun Dana Peserta

Rencananya, AASI akan menggelar pameran mengenai ASPU hasil kerjasama antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama AASI dan Kementerian Agama.

Lebih lanjut, Erwin mengatakan, sebagai informasi, industri asuransi syariah mengalami penurunan pertumbuhan per 2019. Secara total aset industri asuransi syariah 2019 tumbuh 8,44 persen, dengan rincian pertumbuhan asuransi jiwa syariah, 8,74 persen, asuransi umum syariah, 5,02 persen, dan reasuransi syariah tumbuh 13,35 persen.

Pertumbuhan aset tersebut, kata Erwin, tidak lepas dari pertumbuhan pendapatan kontribusi atau di asuransi konvensional biasa disebut premi yang secara nasional tumbuh 8,69 persen. Rinciannya, asuransi jiwa syariah tumbuh 9,76 persen, asuransi umum syriah kontraksi 1,08 persen, dan reasuransi syariah tumbuh 15,44 persen. (hay)

Leave a Reply