Wamen Haji Saudi Tinjau Kesiapan Fast Track di Bandara Soetta
February 26, 2024
Komisi Nasional Disabilitas Apresiasi Kemenag Tangani Jamaah Haji Lansia dan Disabilitas
March 4, 2024

AMPHURI Gelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah Profesional

AMPHURI.ORG, TANGERANG–Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) dan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta menggelar Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah di Hotel Golden Tulip Essential, Tangerang, Banten selama sembilan hari.

Sertifikasi yang berlangsung dari tanggal 1–9 Maret 2024 secara resmi dibuka oleh Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Saiful Mujab atasnama Dirjen PHU Hilman Latief, pada Jumat (1/3/2024).

Dalam sambutannya Saiful Mujab menyampaikan peningkatan kuota haji pada tahun 2024 yang lebih banyak dari tahun sebelumnya. “Kebijakan haji pada tahun 2024 ini insya Allah, Indonesia mendapatkan kuota haji yang membludak sepanjang masa karena yang biasanya porsi normal 221 ribu, tapi tahun ini mendapatkan tambahan, jadi insya Allah menjadi 241 ribu,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum AMPHURI Firman M Nur menyampaikan bahwa pelaksanaan sertifikasi pembimbing manasik haji dan umrah ini bertujuan untuk mewujudkan program pemerintah yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah serta Peratuan Menteri Agama (PMA) Nomor 5 Tahun 2021 tentang standar kegiatan usaha PPIU dan PIHK dalam rangka memenuhi standar usaha.

“Kami mengadakan sertifikasi ini dalam rangka menjalankan amanah undang-undang tersebut dan juga untuk mematuhinya standar yang diatur dalam PMA Nomor 5 Tahun 2021,” kata Firman.

Menurutnya, sampai saat ini, belum ada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bagi profesi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah. Yang ada baru sebatas Standar Kompetensi Kerja Khusus (SKKK) yang disusun oleh suatu Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang masih jauh dari sempurna. Namun SKKK itu sudah dipatenkan oleh LSP penyusun di Ditjen KI (Kekayaan Intelektual) Kemenkumham.

Karena itu, lanjut Firman, AMPHURI berharap Kemenag, khususnya Direktorat Bina Haji Ditjen PHU bersama stakeholders seperti UIN dan asosiasi dapat segera merumuskan SKKNI dimaksud. Kemudian mengajukan SKKNI tersebut ke Kementerian Tenaga Kerja untuk ditetapkan sebagai SKKNI yang akan menjadi acuan bagi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Di samping itu, Firman juga berharap agar Sertifikasi yang merupakan proses untuk memastikan bahwa seseorang sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan dapat berdiri sendiri dengan tidak harus mengikuti pelatihan berhari-hari sebelumnya.

“Bagi yang belum berpengalaman sebagai pembimbing manasik haji dan umrah memang harus mengikuti pelatihan pembimbing manasik haji dan umrah,” tegasnya.

“Bagi yang sudah berpengalaman dan setiap tahun membimbing ibadah haji, bisa langsung datang ke UIN sebagai LSP atau Assessment Center untuk langsung diuji kompetensi melalui jalur pengalaman kerja. Asesi cukup menunjukkan porto folio. Bila ada unit-unit kompetensi yang belum kompeten, baru Asesi mengikuti pelatihan khusus unit kompetensi yang belum kompeten,” ujarnya.

Di penghujung sambutan, Firman juga menyampaikan bahwa AMPHURI baru-baru ini, AMPHURI bekerja sama dengan Komite Nasional Disabilitas (KND) untuk merumuskan dan mempersiapkan pelayanan bagi jamaah haji disabilitas. “Semoga upaya AMPHURI ini juga didukung oleh Pemerintah, dalam hal ini khususnya Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan,” ujarnya berharap.

Sementara Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Cecep Khairul Anwar dalam sambutannya meminta agar pelaksaaan sertifikasi ini dapat melayani jamaah secara profesional. Sebab, setidaknya dalam sertifikasi yang akan berlangsung selama 9 hari ini akan menghasilkan pembimbing manasik haji yang mempunyai pemahaman yang sama dalam melayani jamaah.

Turut hadir dalam pembukaan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah Profesional, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saifuddin Jahar, Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Gun Gun Haryanto, Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas Deka Kurniawan dan para asesor. (hay)

Leave a Reply