Wamenhaj RI Kunjungi Saudi, Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026
March 30, 2026
KBRI Imbau WNI agar Tidak Sembarangan Rekam dan Sebar Video Konflik Timur Tengah
March 31, 2026

Kapuskes Haji: Kemenhaj Siagakan 45 Klinik Kesehatan di Mekkah dan Madinah

AMPHURI.ORG, JAKARTA—Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, menyampaikan, Pemerintah terus memperkuat skema layanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia pada musim haji 1447H/2026M, seiring dengan kebijakan baru dari pemerintah Arab Saudi yang mengatur rasio pelayanan kesehatan.

Menurutnya, satu klinik kesehatan kini minimal melayani 5.000 jamaah haji. Dengan kebijakan ini, di Mekkah akan didirikan 40 klinik kesehatan yang tersebar di 10 sektor untuk melayani jamaah. Sementara itu, di Madinah akan tersedia 5 klinik kesehatan di 5 sektor. Selain itu, masing-masing satu Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga akan beroperasi di kedua kota tersebut.

“Dengan penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jamaah semakin optimal,” ujarnya di Jakarta, Senin (30/03/2026), seperti dilansir laman resmi Kemenhaj, haji.go.id.

Liliek menambahkan, untuk meningkatkan ketepatan penanganan medis, petugas kesehatan kloter akan dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan (severity level) penyakit. Melalui sistem ini, petugas dapat menentukan apakah jamaah dirujuk ke KKHI atau harus langsung ke rumah sakit Saudi.

“Pendekatan severity level ini penting agar jamaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan sesuai dengan kondisi kesehatannya,” katanya.

Dalam rangka menjamin mutu layanan, pemerintah Saudi juga mensyaratkan supervisi dari penyedia layanan kesehatan swasta yang terakreditasi. Pada musim haji tahun ini, pengawasan layanan kesehatan jamaah haji Indonesia akan dilakukan oleh Saudi German Hospital.

Sementara itu, penyediaan obat selama masa operasional haji akan didistribusikan dari KKHI di Makkah dan Madinah ke seluruh tenaga kesehatan kloter yang mendampingi jamaah di hotel-hotel.

Liliek juga mengingatkan jamaah yang masih menunggu keberangkatan untuk menjaga kesehatan sejak dini. Ia menganjurkan penerapan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga ringan minimal 30 menit setiap hari.

“Selain itu, jamaah perlu istirahat cukup, minimal enam jam tidur setiap malam, serta menjaga pikiran tetap positif,” tambahnya.

Bagi jamaah dengan penyakit penyerta (komorbid), ia menekankan pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat sesuai resep dokter. Ia juga mengajak jamaah untuk memperkuat kesiapan spiritual dengan memperbanyak dzikir, berdoa, dan bertawakal kepada Allah SWT agar ibadah haji dapat berjalan lancar dan sehat. (hay)

Leave a Reply