Eskalasi Konflik Timur Tengah, Kemenhaj Pastikan Keamanan Jamaah Umrah Terpantau
February 28, 2026
Kemenhaj Imbau Penundaan Keberangkatan Umrah
March 1, 2026

KUH Jeddah Lakukan Mitigasi Antisipasi Dampak Konflik Kawasan Timur Tengah

AMPHURI.ORG, JEDDAH—Menyusul meningkatnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, sejumlah negara tetangga Arab Saudi telah mengambil langkah penutupan ruang udara untuk kedatangan dan keberangkatan penerbangan. Negara-negara yang menutup ruang udara antara lain Qatar, Uni Emirat Arab (UAE), Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

Sementara itu, Saudi bersama beberapa negara lain seperti Oman, Yordania, dan Lebanon masih mengoperasikan penerbangan secara terbatas dengan status waspada, menyesuaikan dengan perkembangan situasi keamanan ke depan. Pemerintah memastikan bahwa situasi dan kondisi di dalam wilayah Saudi hingga saat ini tetap aman dan terkendali. Aktivitas umum berjalan normal dengan peningkatan kewaspadaan sesuai standar keamanan yang berlaku.

Staf Teknis Urusan Haji KUH Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, dalam keterangan tertulisnya mengatakan dalam rangka mengantisipasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan yang dapat menyebabkan jamaah umrah tertahan (stranded) di bandara, Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah bergerak cepat melakukan langkah-langkah mitigasi. Hal ini sebagai upaya langkah antisipatif secara intensif.

“KUH telah membentuk tiga tim yang bekerja dalam tiga shift dan disebar di tiga titik bandara, yakni Terminal 1, Terminal 2 (eks Saudia), dan Terminal Haji. Langkah ini untuk memastikan pendampingan dan koordinasi berjalan optimal bagi jamaah yang terdampak perubahan jadwal penerbangan,” ujar Muhammad Ilham Effendy di Jeddah, Sabtu (28/2/2026).

Selain itu, lanjutnya, KUH Jeddah juga membuka komunikasi intensif dengan pihak maskapai penerbangan, travel penyelenggara, serta syarikah (mitra travel di Saudi) guna mencari solusi terbaik bagi jamaah yang tertunda kepulangannya akibat pembatalan atau penyesuaian jadwal penerbangan.

Di sisi lain, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) di Saudi untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi dinamika situasi keamanan kawasan. WNI juga diminta untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dari otoritas setempat dan perwakilan Republik Indonesia.

Ilham Effendi menegaskan, Pemerintah melalui perwakilan di Saudi terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan otoritas terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan jamaah umrah Indonesia tetap terjaga. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah. (hay)

Leave a Reply