Menhaj: Tak Ada Ruang bagi Kompromi dan Intervensi dalam Seleksi Petugas Haji Daerah
January 22, 2026
AMPHURI Gandeng Kemenhaj dan UIN Jakarta Gelar Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji
January 24, 2026

Wamenhaj: Haji 2026 Fokus Lindungi Perempuan dan Lansia

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Visi utama penyelenggaraan haji 2026, yakni haji yang berkeadilan, berempati, dan berpihak kepada kelompok rentan, khususnya perempuan dan lansia, merupakan hal pokok yang wajib dipahami dan dihidupkan oleh seluruh petugas haji. Karena itu, seluruh petugas diminta untuk kembali meneladani pesan Rasulullah SAW pada saat menjalankan Haji Wada, atau haji terakhir Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

Demikian disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memimpin apel pagi dalam agenda Diklat PPIH Arab Saudi Tahun 1447H/2026M di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

“Kalau kita membaca sejarah, kita ingat sekali salah satu pesan utama dari Haji Wada. Dalam khutbah tersebut, Rasulullah SAW secara tegas menyampaikan pesan kepedulian: jaga dan muliakan perempuan-perempuan kalian,” ujar Wamenhaj.

Menurutnya, pesan tersebut menjadi landasan penting dalam perumusan kebijakan dan layanan haji Indonesia tahun 2026. Selain program Haji Ramah Lansia, pemerintah juga secara serius mengusung tema Haji Ramah Perempuan sebagai afirmasi nyata dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Lebih lanjut, Wamenhaj menyebutkan data jamaah haji Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 55 persen jamaah adalah perempuan, sementara sekitar 25 persen jamaah masuk kategori lansia, dan sebagian besar dari kelompok lansia tersebut juga merupakan perempuan. Fakta ini menuntut kehadiran layanan haji yang lebih sensitif, protektif, dan berperspektif gender.

“Tahun ini, atas perintah langsung Presiden Prabowo Subianto, Bapak Menteri menegaskan bahwa haji harus menjadi haji yang afirmatif—berpihak kepada perempuan dan berpihak kepada lansia,” tegasnya.

Sebagai bentuk konkret dari kebijakan tersebut, kata Wamenhaj, komposisi petugas haji tahun 2026 juga mencerminkan keberpihakan itu. Wamenhaj mengungkapkan bahwa 33 persen petugas haji tahun 2026 adalah perempuan, jumlah terbesar sepanjang sejarah perhajian Indonesia.

“Ini bukan angka simbolik. Ini adalah yang tertinggi dalam sejarah. Kehadiran petugas perempuan sangat penting untuk memastikan jamaah perempuan dan lansia mendapatkan layanan yang aman, nyaman, dan bermartabat,” ucap Wamenhaj.

Wamenhaj pun berharap seluruh peserta Diklat PPIH Arab Saudi 2026 tidak hanya memahami tugas secara teknis, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Haji Wada Rasulullah SAW sebagai ruh pelayanan kepada jamaah, sehingga penyelenggaraan haji 2026 menjadi humanis, berkeadilan, dan penuh kepedulian. (hay)

Leave a Reply