Perkuat Pengawasan Umrah, Kemenhaj Pastikan Jamaah Terlindungi dan Terlayani
February 3, 2026
BPKH Salurkan Rp14,58 Miliar untuk Tangani Bencana Aceh dan Sumatera
February 3, 2026

Inilah Alasan Arab Saudi Bekukan 1.800 Travel Umrah hingga Stop Visa Baru

AMPHURI.ORG, JEDDAH–Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi resmi membekukan kontrak 1.800 agen travel asing yang bergerak di sektor umrah dan menghentikan penerbitan visa baru melalui agen-agen tersebut.

Langkah ini diambil setelah evaluasi berkala yang menemukan kekurangan kinerja dan buruknya kualitas layanan dari sebagian travel. Informasi ini disampaikan melalui laporan resmi Saudi Press Agency pada Minggu (1/2/2026). Seperti dilansir Kompas.com, Selasa (3/2/2026).

Dari total sekitar 5.800 agen travel umrah yang terdaftar, sebanyak 1.800 dinilai tidak memenuhi standar pelayanan yang telah ditetapkan otoritas Saudi.

Pihak Kementerian menegaskan, pembekuan ini hanya berlaku pada penerbitan visa baru, bukan penghentian layanan umrah secara keseluruhan. Artinya: Jamaah yang sudah memiliki visa umrah tetap bisa berangkat. Kemudian, Jamaah dengan pemesanan yang sudah berjalan tidak terdampak.

Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari pendekatan regulasi untuk memaksa agen travel memperbaiki status dan kepatuhan mereka terhadap standar resmi. Arab Saudi tidak langsung memutus kontrak permanen. Sebanyak 1.800 travel itu diberi waktu 10 hari untuk memperbaiki kekurangan mereka.

Jika dalam masa tenggang tersebut persyaratan sudah dipenuhi, kontrak akan diaktifkan kembali. Namun jika tidak, sanksi lanjutan akan diterapkan.

Juru bicara kementerian, Ghassan Alnwaimi, menegaskan bahwa tindakan tegas akan diberikan kepada agen yang tidak melakukan perbaikan hingga tenggat waktu berakhir.

Pemerintah Saudi menekankan bahwa langkah ini bukan semata soal administrasi, melainkan untuk:

  • Meningkatkan kepatuhan standar layanan
  • Menjamin kualitas pelayanan jamaah
  • Melindungi hak-hak jamaah umrah
  • Memastikan keandalan sektor umrah secara keseluruhan

Kementerian menyebut evaluasi kinerja dan indikator klasifikasi travel adalah langkah fundamental untuk memastikan setiap penyedia layanan benar-benar layak melayani tamu Allah.

Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa Saudi kini sangat ketat dalam pengawasan travel umrah internasional. Monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan untuk menjaga kredibilitas sektor umrah dan mencegah praktik layanan buruk yang bisa merugikan jamaah.

Bagi travel yang tidak disiplin terhadap standar, konsekuensinya kini sangat jelas: visa bisa dihentikan kapan saja. (hay)

Leave a Reply