Jihad Konstitusi AMPHURI ke MK Bukan untuk Melawan Negara
March 4, 2026
Perkuat Perencanaan Anggaran 2026, Kemenhaj Fokus Tingkatkan Kualitas Layanan Jamaah Haji
March 6, 2026

Pemerintah Intensifkan Pendampingan Jamaah Umrah di Bandara Jeddah

AMPHURI.ORG, JEDDAH–Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berkolaborasi dengan Tim Fungsi Konsuler Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap jamaah umrah Indonesia, khususnya pada proses kepulangan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Berdasarkan laporan pengawasan lapangan yang dilaksanakan oleh Staf Teknis Haji pada KJRI di Jeddah, pada 5 Maret 2026, tercatat sebanyak 2.735 jamaah umrah Indonesia telah terpantau dan mendapatkan pendampingan dalam proses kepulangan melalui sejumlah maskapai penerbangan. Seluruh penerbangan yang dipantau pada hari tersebut dilaporkan berjalan sesuai dengan jadwal keberangkatan. Artinya, jamaah umrah yang telah terpantau kembali ke Tanah Air mencapai 14.796 orang, sejak 28 Februari 2026 hingga 5 Maret 2026.

Selain itu, petugas juga melakukan monitoring terhadap kedatangan jamaah umrah di Bandara Internasional King Abdulaziz. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 352 jamaah umrah Indonesia yang tiba dan terpantau oleh petugas di bandara pada periode yang sama.

Dalam proses pengawasan tersebut, tercatat pula 158 jamaah umrah mengalami penundaan atau tertahan dalam proses kepulangan. Para jamaah tersebut saat ini berada di dua lokasi, yaitu di Kota Jeddah dan Kota Mekkah, menunggu penjadwalan ulang penerbangan sesuai dengan pengaturan maskapai dan penyelenggara perjalanan.

Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah M. Ilham Effendy menyampaikan, bahwa petugas terus melakukan pemantauan langsung di bandara untuk memastikan proses kepulangan jamaah berjalan dengan baik.

“Petugas terus berada di lapangan untuk memantau langsung proses keberangkatan jamaah umrah Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz. Kami memastikan jamaah mendapatkan informasi yang jelas serta pendampingan selama proses kepulangan berlangsung,” ujar Ilham di Jeddah, pada Kamis (5/3/2026).

Ilham juga menjelaskan bahwa bagi jamaah yang mengalami penundaan penerbangan, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan dapat berjalan optimal.

“Bagi jamaah yang saat ini masih menunggu penjadwalan ulang penerbangan, kami terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan. Kami memastikan seluruh jamaah tetap mendapatkan pendampingan serta pelayanan yang diperlukan hingga dapat kembali ke Tanah Air dengan aman,” katanya.

Kemenhaj melalui perwakilan di Saudi bersama Satgas Bandara terus melakukan pendampingan intensif, koordinasi dengan maskapai penerbangan, serta komunikasi dengan penyelenggara perjalanan umrah guna memastikan seluruh jamaah mendapatkan penanganan yang baik serta dapat kembali ke Tanah Air dengan aman.

Kemenhaj juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan dan perlindungan terhadap jamaah umrah Indonesia, baik selama berada di Saudi maupun dalam proses kepulangan ke Indonesia.

Kemenhaj mengimbau kepada seluruh jamaah dan keluarga di Tanah Air untuk tetap tenang, karena pemerintah melalui perwakilan di Saudi terus memantau perkembangan di lapangan serta memastikan seluruh jamaah mendapatkan layanan dan pendampingan yang diperlukan.

Tips bagi Jamaah Umrah dalam Proses Kepulangan

Untuk membantu kelancaran proses kepulangan, Kemenhaj memberikan beberapa imbauan kepada jamaah:

  • Pastikan dokumen perjalanan lengkap, termasuk paspor, boarding pass, dan identitas jamaah selalu disimpan dengan baik.
  • Ikuti arahan petugas dan pembimbing perjalanan selama berada di bandara maupun di hotel.
  • Perhatikan informasi penerbangan dari maskapai atau penyelenggara perjalanan, terutama jika terjadi perubahan jadwal.
  • Tetap berada dalam rombongan dan tidak meninggalkan lokasi yang telah ditentukan tanpa koordinasi dengan petugas.
  • Jaga kondisi kesehatan dengan cukup istirahat dan konsumsi air yang cukup selama menunggu proses keberangkatan.
  • Pemerintah memastikan seluruh proses pengawasan dan pendampingan dilakukan secara maksimal untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi jamaah umrah Indonesia. (hay)

Leave a Reply