

AMPHURI.ORG, RIYADH—Pusat Meteorologi Nasional (The National Center for Meteorology/NCM) Arab Saudi mengkonfirmasi bahwa suhu selama musim panas tahun ini pada bulan Juni-Juli-Agustus nanti, akan lebih tinggi dari biasanya di sebagian besar wilayah Saudi.
Menurut juru bicara NCM, Hussein Al-Qahtani, seperti dikutip Saudigazette, Selasa (7/4/2026), peningkatan suhu selama musim ini, jika dibandingkan dengan musim sebelumnya, berkisar antara satu hingga dua derajat Celcius di wilayah barat, barat daya, dan sebagian wilayah selatan, sementara peningkatan diperkirakan akan lebih rendah di wilayah lainnya.
Al-Qahtani mengatakan bahwa tidak ada indikator iklim yang menunjukkan musim panas lebih awal di Kerajaan, dan mencatat bahwa pola cuaca saat ini konsisten dengan rata-rata musiman normal, menurut model iklim dan analisis terbaru.
Ia menjelaskan bahwa prakiraan menunjukkan suhu akan berada di bawah rata-rata selama dua minggu berturut-turut mulai akhir April, diikuti oleh satu minggu di mana suhu akan mendekati tingkat normal di sebagian besar wilayah Kerajaan.
Al-Qahtani mengatakan bahwa prakiraan ini merupakan bagian dari studi iklim musiman yang dilakukan pusat tersebut secara berkala. Ia mencatat bahwa NCM akan menerbitkan laporan iklim terperinci dalam waktu dekat, yang menguraikan fitur-fitur paling menonjol dari musim panas ini dan perubahan yang diharapkan.
Karena itu, Al-Qahtani mengimbau masyarakat untuk mengikuti pembaruan resmi yang dikeluarkan oleh NCM, mengingat pentingnya hal tersebut dalam persiapan awal dan respons optimal terhadap perubahan iklim. (hay)