PPIH Ingatkan Jamaah Lansia dan Risti Tidak Paksakan Sholat di Masjidil Haram
May 5, 2026
Abdullah: Kemenhaj Perkuat Pengawasan Haji Khusus, Lindungi Jamaah
May 7, 2026

Kemenhaj: Mekkah Jadi Episentrum Pelayanan Jamaah Haji Indonesia

AMPHURI.ORG, MEKKAH–Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Ihsan Faisal mengatakan pihaknya secara resmi memulai penerimaan jamaah haji reguler gelombang kedua pada Kamis, 7 Mei 2026. Berbeda dengan gelombang pertama yang mendarat di Madinah, seluruh jamaah haji reguler gelombang kedua akan menempuh jalur udara langsung menuju Jeddah dan diwajibkan telah mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi di Tanah Air.

“Insya Allah kita akan menerima kloter pertama dari gelombang kedua ini yaitu dari kloter SOC-44 dari Solo. Total ada 15 kloter yang akan kami terima di hari pertama gelombang kedua,” jelas Ihsan di Mekkah, Rabu (6/5/2026), seperti dikutip laman resmi Kemenhaj, haji.go.id.

Ihsan menjelaskan, sembari menyiapkan penyambutan gelombang kedua, Daker Mekkah terus menuntaskan proses pergeseran jamaah haji reguler gelombang pertama dari Madinah.

Hingga hari ini, kata Ihsan, tercatat sebanyak 110 kloter dengan total jamaah haji reguler mencapai 42.000 lebih telah berada di Mekkah. Angka tersebut setara dengan 45 persen dari total jamaah gelombang pertama yang bergerak secara bertahap sejak 30 April lalu.

Ihsan juga menegaskan bahwa pola penerimaan jamaah kini akan berubah menjadi lebih dinamis. Jika pada gelombang pertama kedatangan jamaah dapat diestimasi antara siang hingga tengah malam, maka pada gelombang kedua jadwal kedatangan akan berlangsung selama 24 jam penuh tanpa jeda tetap.

“Nanti ketika gelombang kedua sudah mulai datang ke Mekkah, itu tidak ada jadwal yang tetap. Artinya bisa datang pagi hari, siang, sore, malam. Petugas akan full 24 jam menerima kedatangan para jamaah, baik dari Madinah maupun dari Jeddah,” ujarnya.

Ihsan mengatakan, Kemenhaj tetap memprioritaskan faktor kesehatan dengan mewajibkan jamaah untuk beristirahat setelah check-in di hotel sebelum melaksanakan umrah wajib. Mengingat perjalanan dari Indonesia ke Jeddah memakan waktu sekitar 9 jam ditambah 2-3 jam perjalanan darat ke Mekkah, kebugaran fisik jamaah menjadi fokus utama petugas bimbingan ibadah dan kesehatan.

Menurut Ihsan, Mekkah kini diposisikan sebagai episentrum pelayanan haji. Ratusan petugas dari Daker Madinah dan Daker Bandara yang telah menyelesaikan tugas di wilayah masing-masing akan segera digeser ke Makkah dalam status BKO (diperbantukan).

Personel tambahan ini, kata Ihsan, akan difokuskan untuk memperkuat manajemen pelayanan di titik-titik kepadatan tinggi, terutama di area Masjidil Haram yang diprediksi akan semakin padat seiring bertemunya jamaah dari kedua gelombang pendaratan.

“Seluruh petugas sudah siap, pengalaman di gelombang pertama menjadi modal berharga bagi kami untuk menyukseskan gelombang kedua ini,” pungkas Ihsan. (hay)

Leave a Reply