Kemenhaj: Dalam Satu Pekan 10 WNI Ditangkap di Saudi dalam Pencegahan Haji Ilegal
May 5, 2026
Kemenhaj: Mekkah Jadi Episentrum Pelayanan Jamaah Haji Indonesia
May 6, 2026

PPIH Ingatkan Jamaah Lansia dan Risti Tidak Paksakan Sholat di Masjidil Haram

AMPHURI.ORG, MEKKAH–Menunaikan sholat di masjid hotel di Mekkah memiliki keutamaan pahala yang sama dengan sholat di Masjidil Haram, yakni 100.000 kali lipat. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan pemahaman yang berkembang di kalangan jamaah haji. Pasalnya, sebagian jamaah menilai sholat di masjid hotel memiliki pahala berbeda sehingga memaksa jamaah untuk selalu beribadah di Masjidil Haram, meski kondisi tidak memungkinkan.

Hal ini disampaikan Tim Layanan Bimbingan Ibadah (Bimbad) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Abdul Aziz Siswanto seusai kegiatan Visitasi, Konsultasi, dan Edukasi (Visduk) di Hotel Lulua Almasher di kawasan Syisyah, Mekkah, Selasa (5/5/2026), seperti dilansir laman resmi Kemenhaj, haji.go.id.

Menurutnya, keinginan untuk beribadah langsung di Masjidil Haram merupakan hal yang wajar. Namun, ia mengingatkan bahwa seluruh wilayah Tanah Haram memiliki keutamaan yang sama dalam hal pahala ibadah.

“Seluruh wilayah Tanah Haram ini memiliki keutamaan seperti Masjidil Haram. Salat di sini pahalanya 100 ribu kali lipat,” ujar Aziz.

Aziz mengingatkan agar jamaah tidak memaksakan diri untuk selalu beribadah di Masjidil Haram jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Aziz menegaskan, setiap umat Islam wajib menjunjung tinggi prinsip hifdzun nafs, atau menjaga jiwa, sebelum melakukan berbagai aktivitas.

“Pengennya kesana, salat, tidak salah, kalau memang fisiknya memungkinkan. Tapi harus ingat, di sini ladang untuk berbuat baik. Tapi yang paling baik ialah orang yang bisa memberikan kesempatan baik pada orang untuk berbuat baik. Maka jangan sampai kita memonopoli,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aziz menyebut bahwa jamaah yang dalam kondisi sehat sebaiknya tidak memprovokasi atau mendorong jamaah lain untuk mengikuti aktivitas ibadah yang sama, terutama jika berpotensi membahayakan.

Sebab kata Aziz, berbagai risiko kerap terjadi di area Masjidil Haram, seperti jamaah tersesat akibat banyaknya pintu dan berdesakan, termasuk bila belum pasti terkait tim yang akan membantu selama di Masjidil Haram.

“Begitu masuk ke area Masjidil Haram, bisa jadi orang tersesat jalannya. Banyak pintu. Lupa pintunya, lupa naruh sendalnya, lupa tempat wudunya, lupa tempat pertemuannya. Ini sering terjadi, jamaah hilang di Masjidil Haram,” ucapnya.

Untuk memitigasi risiko tersebut, Aziz mengimbau jamaah dengan kondisi tertentu, seperti lansia, disabilitas dan jamaah dengan riwayat penyakit, agar bisa mengoptimalkan ibadah di masjid yang tersedia di hotel masing-masing.

“Bagi jamaah haji yang lanjut (lansia), disabilitas dan jamaah dengan risiko tinggi, silahkan dioptimalisasikan ibadahnya di hotel masing-masing,” pungkasnya. (hay)

Leave a Reply