Awas Jangan Sampai Tertipu! Akses Raudhah Gratis, Abaikan Link Palsu Modus Nusuk
April 28, 2026

Masuk Mekkah Diperketat, PPIH Saudi Imbau Jamaah Haji Terapkan Buddy System

AMPHURI.ORG, MEKKAH–Pemerintah Arab Saudi memperketat aturan bagi pengunjung yang ingin memasuki Kota Mekkah, termasuk bagi jamaah haji Indonesia. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jamaah agar tidak bepergian sendirian dan menerapkan sistem pendamping atau buddy system. Dengan kata lain, setiap pergerakan jamaah maupun petugas sebaiknya dilakukan secara berkelompok, minimal tiga orang.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Pelindungan Jamaah (Linjam) PPIH Arab Saudi, Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Tulus Widodo, dalam keterangan resminya di Mekkah, Selasa (28/4/2026), seperti dikutip laman resmi Kemenhaj, haji.go.id.

“Untuk petugas maupun jamaah, yang harus dijaga, yang harus dibuat, setiap pergerakan pastikan melakukan secara ‘buddy system’. ‘Buddy system‘ dalam hal ini tidak berdua, kami imbau minimal tiga orang,” ujar Tulus.

Menurut Tulus, penerapan sistem tersebut bertujuan mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat merugikan jamaah maupun petugas selama berada di Tanah Suci.

“Untuk itu kami mengimbau khususnya untuk petugas, apabila melakukan perjalanan pastikan ‘buddy system’ tidak dua orang, tapi tiga orang,” katanya.

Selain itu, Tulus juga mengingatkan jamaah haji Indonesia yang masih berada di Madinah agar selalu membawa Kartu Nusuk saat sudah tiba di Mekkah dan hendak beraktivitas di luar hotel.

“Wajib bawa Kartu Nusuk,” tegasnya.

Tulus menegaskan, yang tak kalah penting adalah jamaah tidak sembarangan menggunakan taksi menuju Masjidil Haram. Pasalnya, hanya kendaraan resmi yang diizinkan masuk ke area tertentu di sekitar masjid.

“Di sini ada dua taksi yang resmi, taksi warna putih dan taksi warna hijau. Kenapa kita wajib menggunakan taksi yang resmi? Karena kalau taksi gelap berpotensi membuat jamaah harus turun di lokasi yang jauh dari Masjidil Haram, sehingga dapat menyulitkan perjalanan ibadah mereka,” pungkasnya. (hay)

Leave a Reply