Kemenhaj Jajaki Kerjasama dengan KAI Services, Perkuat Layanan RTE Jamaah Haji
April 27, 2026
Masuk Mekkah Diperketat, PPIH Saudi Imbau Jamaah Haji Terapkan Buddy System
April 28, 2026

Awas Jangan Sampai Tertipu! Akses Raudhah Gratis, Abaikan Link Palsu Modus Nusuk

AMPHURI.ORG, MADINAH–Kepala Bidang Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi, Ichsan Marsha, mengingatkan jamaah haji agar mewaspadai modus penipuan terkait akses masuk ke Raudhah di Masjid Nabawi. Akses ke Raudhah tidak dipungut biaya alias gratis dan hanya dapat dilakukan melalui jalur resmi. Pasalnya, disinyalir maraknya oknum tak bertanggungjawab mengirimkan tautan melalui pesan WhatsApp dan meminta jamaah untuk mengkliknya.

“Disampaikan kepada jamaah haji agar berhati-hati dengan penipuan modus bahwa kartu Nusuk bermasalah, dengan cara meminta klik link yang mereka kirim ke WhatsApp jamaah. Jangan percaya dan jangan klik link yang mereka kirim,” tegas Ichsan dalam keterangan resminya di Madinah, pada Selasa (28/4/2026), seperti dikutip laman resmi Kemenhaj, haji.go.id.

Ichsan menjelaskan, akses resmi ke Raudhah hanya menggunakan sistem barcode, baik melalui skema tasrih (izin kolektif) maupun aplikasi Nusuk bagi jamaah mandiri. Di luar mekanisme tersebut, patut diduga sebagai penipuan.

Senada dengan itu, Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, menyampaikan fasilitasi masuk ke Raudhah merupakan bagian dari layanan resmi bagi jamaah haji Indonesia. Karena itu, setiap jamaah memiliki hak yang sama untuk mengakses area yang dikenal sebagai taman surga tersebut.

“Masuk ke Raudhah itu gratis. Jika ada pihak yang menawarkan jasa lalu meminta bayaran, segera laporkan ke petugas di sektor, khususnya sektor Nabawi,” ujarnya.

Khalilurrahman menambahkan, saat ini marak oknum tidak bertanggung jawab yang berpura-pura menjadi petugas dan memanfaatkan situasi dengan meminta bayaran. PPIH memastikan tidak akan mentoleransi segala bentuk pelanggaran, termasuk praktik pungutan liar oleh pihak manapun.

Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Madinah, Efrilen Hafizh, memastikan skema tasrih telah disiapkan untuk mengakomodasi seluruh jamaah secara tertib dan terjadwal.

Hafizh menjelaskan, untuk mengakses Raudhah, otoritas Saudi menerapkan aturan ketat. Jamaah wajib menggunakan barcode melalui skema tasrih bagi rombongan, atau melalui aplikasi Nusuk bagi jamaah mandiri.

Terkait kebijakan usia, Hafizh menyampaikan bahwa sebelumnya akses sempat dibatasi hingga usia 41 tahun. Namun, setelah nota kesepahaman (MoU) dan proses negosiasi, batas usia maksimal kini dinaikkan menjadi 60 tahun. Jamaah di atas usia tersebut tetap akan difasilitasi melalui mekanisme khusus.

Dalam pelaksanaannya, barcode tasrih kolektif dipegang oleh Sektor Khusus (Seksus) Nabawi. Petugas bimbingan ibadah di masing-masing sektor akan mengoordinasikan jamaah sesuai kuota yang telah ditetapkan.

“Misalnya satu tasrih untuk 150 orang, maka harus dipastikan seluruh jamaah sudah berkumpul. Barcode tidak dibagikan bebas agar kuota terisi optimal dan tidak terbuang saat pemeriksaan di pintu masuk Raudhah,” ujarnya.

Dengan sistem yang terorganisir ini, kata Hafizh, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh jamaah haji Indonesia dapat beribadah di Raudhah dengan aman, nyaman, dan tanpa terbebani pungutan liar. (hay)

Leave a Reply