

AMPHURI.ORG, MATARAM–Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPD AMPHURI) Zamroni Taufiq menemui Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI Mataram, Mirza Akbar untuk membahas dinamika perkembangan penyelenggaraan haji dan umrah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah rencana kegiatan AMPHURI dalam pembinaan dan pengawasan haji dan umrah, khususnya seputar umrah mandiri pasca diundangkannya Undang-Undang (UU) Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga Atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah yang tengah jadi perbincangan publik.
“Selain melaporkan keberadaan AMPHURI sebagai asosiasi haji dan umrah di NTB dan Bali khususnya, kami juga menyampaikan rencana penyelenggaraan konsorsium umrah pada bulan Januari 2026 mendatang,” kata Zamroni dalam keterangan tertulisnya, di Mataram, Senin (10/11/2025)
Zamroni menjelaskan, pihaknya akan mengadakan keberangkatan umrah konsorsium pada Januari tahun depan. Untuk kepentingan ini, pihaknya pun terus berkordinasi dengan Kantor Imigrasi Mataram, terkait proses dan penanganan pelaksanaan keberangkatan jamaah umrah saat di bandara Internasional Lombok nanti.
“Karena akan ada perbedaan siskopatuh dan seragam jamaah, untuk itu kami kordinasi terlebih dulu dengan pihak Imigrasi,” ujarnya.
Lebih lanjut Zamroni mengatakan, disamping rencana umrah konsorsium, AMPHURI Bali Nusra juga menyampaikan sikap terkait umrah mandiri yang tengah marak. Karena itu, AMPHURI minta Imigrasi agar bisa memfilter para pegiat berkedok umrah mandiri di Lombok, namun sejatinya mengkoordinir jamaah.
Dalam kesempatan itu, lanjut Zamroni, Kanim Mataram Mirza Akbar menyampaikan bahwa saat ini Kanim Kelas I TPI Mataram membuka layanan imigrasi di Epicentrum Mall, Mataram.
“Buka setiap hari, termasuk Sabtu dan Ahad,” kata Zamroni.
“Tidak hanya itu, kita pun boleh mengajukan proses foto paspor di lokasi travel dengan minimal jamaah 25 orang,” imbuhnya. (hay)