

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Tekad Presiden Prabowo membangun Kampung Haji di Tanah Suci Mekkah tampaknya memang tidak main-main. Terbukti, dengan telah ditandadatanganinya conditional sales and purchase agreement atau perjanjian jual beli bersyarat oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani yang juga CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).
Menyikapi hal tersebut, Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj menilai bahwa keputusan Danantara saat ini merupakan momentum yang tepat dan monumental. Tentu hal ini akan terukir sebagai sejarah yang menandai babak baru tata kelola penyelenggaraan ibadah haji pada masa-masa mendatang yang lebih progresif dan sangat positif.
“Cita-cita pemerintah memiliki lahan untuk kenyamanan jamaah haji di tanah suci sudah lama dicita-citakan dari sejak era Orde Lama, namun baru di era pemerintahan saat ini akhirnya bisa terealisasi,” kata Mustolih dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (19/12/2025).
Mustolih menjelaskan, melalui Danantara, pemerintah pemerintah Indonesia telah membeli satu hotel di kawasan Thakher yang memiliki kapasitas 1.461 kamar yang tersebar di tiga tower dengan kapasitas tampung jamaah haji mencapai sekitar 4.383 orang.
Selain hotel, kata Mustolih, Danantara juga membeli lahan seluas sekitar 5 hektare di depan hotel tersebut. Di atas lahan itu direncanakan pembangunan sekitar 13 tower dan satu pusat perbelanjaan untuk melayani jemaah haji dan umrah Indonesia.
Konon, di kawasan tersebut nantinya akan dibangun 13 tower tambahan, jika rampung total kamar diperkirakan mencapai 6.025 kamar yang mampu menampung jamaah haji Indonesia lebih dari 23.000 orang.
“Menariknya, kepemilikan lahan dan bangunan tersebut bersifat hak milik, bukan sewa,” tandasnya.
Lebih lanjut Mustolih menjelaskan, kawasan yang berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram itu juga akan dilengkapi dengan terowongan atau jembatan yang akan menghubungkan kawasan tersebut dengan Masjidil Haram yang kelak akan disebut Al-Hujun dengan target selesai pada 2026.
Selain lahan yang telah dibeli di kawasan Thakher, lanjut Mustolih, Danantara juga tengah mengikuti proses bidding untuk lahan lain di kawasan Western Hindawiah yang jaraknya juga sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram untuk dibangun kampung haji.
“Dari 90 peserta, Danantara sudah masuk kandidat dua besar. Pemenang akan diumumkan akhir tahun ini atau awal tahun depan,” ujarnya.
Mustolih menambahkan, Kampung Haji nantinya diharapkan sebagai pusat episentrum dari ekosistem, bukan saja dalam rutinitas tahunan penyelenggraan ibadah haji tetapi juga umrah yang melibatkan jutaan orang.
Segala kebutuhan yang diperlukan dalam penyelenggaraan ibadah kolosal tersebut dapat dikelola melalui Kampung Haji secara mandiri oleh Indonesia. Berdasarkan hitung-hitungan dari Kementerian Haji dan Umrah putaran ekonomi haji dan umrah per tahun dari Jamaah haji Indonesia mencapai Rp 65 triliun per tahun. Namun belum berdampak signifikan kepada perekonomian nasional. (hay)