

AMPHURI.ORG, JEDDAH–Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Tawfiq Fawzan Al Rabiah dalam pertemuan tahunan dengan lebih dari 100 menteri, mufti dan pimpinan kantor urusan haji dari seluruh dunia menyampaikan berbagai kebijakan Kerajaan Saudi dalam penyelenggaraan haji 1447H/2026.
Hal ini disampaikan Menhaj Tawfiq dalam sebuah pertemuan yang digelar di ajang Konferensi dan Pameran Haji 2025 yang berlangsung di Jeddah Superdome, 9-12 November 2025.
Mengutip akun X resmi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi, pada Sabtu (15/11/2025), Menhaj Tawfiq mengatakan, sejak Kerajaan Saudi didirikan oleh Raja Abdul Aziz, Kerajaan Saudi telah merasa terhormat dapat melayani tamu-tamu Allah dari seluruh dunia.
Karena itu, lanjut Menhaj Tawfiq, Kerajaan mengerahkan segala upaya untuk memberikan pelayanan terbaik, mempermudah urusan jamaah, dan menganggap hal itu sebagai tanggung jawab sejarah dan kehormatan yang Allah anugerahkan kepada Kerajaan.
Menhaj juga meminta seluruh instansi pemerintah bekerja sepanjang tahun dalam perencanaan, persiapan, dan pengaturan untuk menerima para jamaah haji. Persiapan untuk musim haji baru dimulai segera setelah berakhirnya musim haji sebelumnya.
Setiap negara, kata Menhaj Tawfiq, wajib mematuhi sistem dan peraturan Kerajaan Arab Saudi, baik dari sisi keamanan, kesehatan, prosedural, maupun pelayanan dengan disertai edukasi kepada jamaah untuk memastikan keselamatan mereka.
Menhaj Tawfiq juga mengingatkan para pimpinan negara untuk menyelesaikan kontrak tenda bagi seluruh jamaah sebelum tanggal 15 Rajab 1447. Sementara untuk kontrak layanan Hotel di Mekah dan Madinah harus diselesaikan sebelum tanggal 15 Sya’ban.
Pemerintah Saudi juga mensyaratkan adanya sertifikat Istitha’ah kesehatan sebagai persyaratan utama untuk penerbitan visa. “Sertifikat tersebut harus divalidasi oleh lembaga resmi yang diakui, dan proses penerbitannya dilakukan secara otomatis melalui platform Nusuk Masar,” katanya.
Di samping itu, setiap negara pengirim jamaah haji juga diminta untuk memasukkan data para petugas administrasi, dokter, dan jurnalis, serta menyelesaikan proses pendaftaran mereka sebelum 1 Rajab 1447H mendatang.
Lebih lanjut, Menhaj Tawfiq mendesak agar proses penetapan maskapai penerbangan dan pemesanan slot waktu keberangkatan untuk pengangkutan jamaah diselesaikan sebelum 15 Rajab 1447H.
“Pelaksanaan seluruh kontrak dan transaksi keuangan dilakukan melalui platform Nusuk Masar,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Menhaj Tawfiq juga meminta kepada seluruh delegasi untuk memperkuat aspek edukasi dan koordinasi bersama antar instansi untuk mencegah segala bentuk penyalahgunaan atau penyesatan terhadap jamaah haji.
Menhaj kembali menegaskan bahwa kartu Nusuk menjadi satu-satunya identitas resmi untuk memasuki Masjidil Haram dan kawasan Mashaer Muqoddasah (Arafah, Muzdalifah, Mina).
Untuk pengajuan visa haji paling lambat 1 Syawal 1447H. Karena itu, Menhaj Tawfiq meminta semua pihak untuk meningkatkan edukasi dan sosiliasi bahwa siapapun masuk ke Kerajaan hanya dengan visa haji yang sah. Adapun untuk pembayaran penyembelihan hadyu dan kurban hanya melalui platform Nusuk Masar atau Proyek Kerajaan untuk Hadyu dan Adahi. (hay)