Kelola Rp 171 Triliun Dana Haji, BPKH Pastikan Aspek Transparansi
September 29, 2025
Demi Keadilan, Kementerian Haji Samakan Antrean Haji untuk Semua Daerah
September 30, 2025

Inilah Dua Syarikah Pelayan Jamaah Haji Indonesia pada Musim Haji 1447H/2026

AMPHURI.ORG, JEDDAH–Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 mulai mendapat kepastian. Pemerintah Indonesia memastikan hanya ada dua syarikah yang melayani 203 ribu jamaah haji reguler pada musim haji 1447 H/2026 M. Kantor Urusan Haji (KUH) RI di Jeddah mengumumkan kabar itu lewat laman lewat unggahan resmi di akun Instagram kantorurusanhaji, Senin (29/9/2025).

Dalam penjelasannya, dua syarikah yang memenangi ajang beauty contest adalah Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company for Pilgrim Service dan Al Bait Guest atau Dhuyuf Al Bait. Sejak awal, KUH Jeddah membuka peluang bagi berbagai perusahaan penyedia jasa haji di Arab Saudi untuk mengajukan penawaran.

Sebelumnya, ada ada 17 syarikah yang lolos tahap verifikasi awal. Setelah itu, tim KUH KJRI Jeddah melakukan kajian detail, termasuk menimbang layanan serta tarif yang ditawarkan. Dan, dari 17, tersaring menjadi 6 syarikah, yakni Mashariq Almasiah, Al Bait Guest, Rawaf Mina, Rafad Al Hajjaj Company, Alrifadah Pilgrim Service Company, serta Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company for Pilgrim Service.

Setelah melewati serangkaian pembahasan intensif, akhirnya hanya dua syarikah yang diputuskan menjadi mitra resmi: Rakeen Mashariq dan Al Bait Guest.

Keputusan hanya dua syarikah (perusahaan) yang melayani ini dhuyufurrahman (tamu Allah) Tanah Air bukan tanpa alasan. Tahun 2025 lalu, pemerintah sempat menerapkan skema multisyarikah. Hasilnya, banyak masalah di lapangan. Skema multisyarikah membuat jamaah haji jadi korban.

Mulai dari akomodasi hotel yang tidak maksimal karena jamaah terpisah-pisah suami dengan istri, lansia dengan pendamping, hingga orang tua dan anak. Juga layanan bus yang tak tersedia tepat waktu, jamaah yang harus berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina, hingga koordinasi data yang semrawut.

Kemudian kejadian berdampak pada Indeks Kepuasan Jamaah Haji Indonesia untuk katagori Akomodasi Hotel dan Transportasi Armuzna. Keduanya turun empat poin dibandingkan tahun sebelumnya. Akomodasi Hotel turun dari 89,75 menjadi 85,28. Sedangkan Tranportasi Armuzna terjerembab dari sangat memuaskan (poin lebih dari 85) menjadi memuaskan yaitu dari 85,20 menjadi 81,14.

Dengan penunjukan dua syarikah saja, pemerintah berharap layanan haji 2026 lebih terkontrol dan minim masalah, sehingga jamaah bisa beribadah dengan lebih tenang.

Mengenal Dua Syarikah Pemenang

Rakeen Mashariq Al Mutamayizah Company for Pilgrim Service dan Al Bait Guest (Dhuyuf Al Bait) resmi menjadi pelayan jamaah haji Tanah Air. Rakeen Mashariq adalah salah satu dari delapan syarikah yang ditunjuk untuk melayani jamaah haji Indonesia pada 2025. Rakeen Mashariq menyediakan berbagai layanan kepada jamaah haji, termasuk akomodasi, transportasi, dan logistik.

Pada tahun 2025, Rakeen Mashariq melayani sebanyak 35.090 jamaah haji Indonesia. Rakeen Mashariq bekerja sama dengan Kementerian Agama Republik Indonesia dan pemerintah Arab Saudi untuk memastikan kelancaran ibadah haji.

Rakeen Mashariq bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang baik kepada jamaah haji, termasuk membantu mereka dalam menjalankan ibadah haji dan menyelesaikan masalah yang mungkin timbul selama perjalanan. Rakeen merupakan anak perusahaan Mashariq yang merupakan jelmaan Muassasah (lembaga pemerintah) yang ditunjuk melayani Tamu Allah dari negara-negara Asia Tenggara.

Sejak 2023, ketika sistem swastanisasi diberlakukan oleh Pemerintah Saudi, maka setiap negara bebas memilih syarikah manapun. Muassasah pun berubah menjadi perusahaan (syarikah), tak terkecuali Muassasah Asia Tenggara yang bertranformasi menjadi Syarikah Mashariq.

Sementara Al Bait Guest (Dhuyuf Al Bait), memang untuk kali pertama dalam sejarah, syarikah ini melayani jamaah haji reguler Indonesia pada musim haji 1446H/2025. Pada tahun 2025, syarikah Al Bait Guest melayani jamaah haji Indonesia sebanyak 35.977 jamaah haji Indonesia. Dan kini, pada penyelenggaraan haji 1447H/2026 Al Bait Guest kembali ditunjuk untuk melayani jamaah haji Indonesia.

Sebelumnya, Dhuyuf Al Bait hanya melayani jamaah haji asal kawasan Asia Selatan, seperti India, Pakistan dan Bangladesh. (hay)

Leave a Reply