Arfi Minta PPIU Jadwal Ulang Keberangkatan Umrah
March 9, 2020
Arfi: Adanya Larangan Umrah, tak Ganggu Persiapan Haji
March 10, 2020

Inilah Kata Dirjen PHU Soal Berita Hoax Seputar Haji dan Umrah

AMPHURI.ORG, MAJALENGKA—Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Nizar mengakui berita terkait kebijakan penghentian sementara jamaah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi akibat menyebarnya virus corona yang berimbas pada penyelenggaraan ibadah umrah menimbulkan banyak informasi menyesatkan (hoax) yang beredar di masyarakat.

Karena itu, Dirjen PHU menegaskan, pihaknya mengambil kesempatan untuk meluruskan beberapa informasi hoaks yang menyesatkan bagi masyarakat. “Isu yang lagi santer saat ini mengenai wabah virus Corona yang berimbas pada pemberangkatan ibadah umrah karena beberapa waktu yang lalu Pemerintah Arab Saudi memberhentikan sementara visa umrah,” jelasnya seperti dilansir laman resmi kemenag.go.id, Senin (9/3/2020).

Menurutnya, informasi ini diberitakan oleh media bahwa penyelenggaraan ibadah umrah selama 2020 akan ditutup. “Kebijakan Pemerintah Arab Saudi ini tentunya demi keselamatan umat, tetapi tidak sepenuhnya benar karena saat ini Ka’bah sudah dibuka kembali dan dapat dipastikan sebentar lagi akan dibuka untuk ibadah umrah,” tegasnya.

Bahkan, kata Dirjen, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap akan diselenggarakan. Sebab, menurut pengakuannya saat ini Tim persiapan penyelenggaraan ibadah haji sudah sebulan di Saudi untuk kontrak penginapan dan transportasi jamaah haji.

“Jadi tidak perlu khawatir, penyelenggaraan ibadah haji tetap dilaksanakan, maka dari itu bapak dan ibu persiapkan segala sesuatunya terutama pengetahuan dan pemahaman dalam melaksanakan ibadah haji,” pesannya.

Sementara terkait penyelenggaraan haji, Nizar menyebutkan, bahwa informasi biaya penyelenggaraan ibadah haji telah dikelola oleh BPKH. “Kalau dalam hitungan normalnya biaya penyelenggaraan ibadah haji itu sekitar Rp. 69 juta per jamaah tetapi dengan adanya dana optimalisasi haji yang dikelola oleh BPKH maka biaya tersebut hanya Rp. 35 juta,” katanya.

Dirjen menegaskan bahwa dana tersebut masih ada dan tidak digunakan untuk infrastruktur negara seperti informasi hoaks yang berkembang saat ini. “Saya harapkan, bapak dan ibu bisa dengan bijak menerima informasi yang keliru agar jangan sampai tersesat sehingga menimbulkan pemikiran negatif yang dapat merusak nilai ibadahnya,” harapnya.

Untuk masalah haji ini, Nizar kembali mengingatkan para jamaah haji untuk meningkatkan kualitas ibadahnya sekaligus memahami proses pelaksanaan ibadah haji agar jamaah haji dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar.

“Pemberangkatan jamaah haji gelombang 1 akan diterbangkan langsung menuju tanah suci dimulai pada tanggal 26 Juni 2020, jadi pada tanggal 25 Juni 2020 jemaah haji sudah masuk keembarkasi,” tutupnya. (hay)

Leave a Reply