Umrah, Negara, dan Pasar: Catatan dan Refleksi Akhir Tahun 2025
December 30, 2025
Umrah Mandiri: Dari Sembunyi-Sembunyi ke Panggung Konstitusi (Sebuah Kronologi Reflektif 2015–2025)
December 31, 2025

Kemenhaj bakal Terapkan Diklat Semi-Militer bagi Petugas Haji 1447H/2026

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhai) Republik Indonesia menyiapkan pola pendidikan dan latihan (Diklat) terpadu dengan pendekatan semi-militer bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447H/2026M. Petugas haji nantinya akan mengikuti pola pelatihan intensif layaknya ‘masuk barak’ guna membentuk karakter, disiplin, kesiapan fisik, dan mental pelayanan.

Demikian disampaikan oleh Tim Kelompok Kerja (Pokja) Diklat PPIH yang diwakili oleh Letkol Arm Tulus Widodo saat mempresentasikan agenda di hadapan Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah, di Jakarta, Rabu (30/12/2025), seperti dilansir laman resmi Kemenhaj, haji.go.id.

“Kami menyiapkan pendidikan dan latihan khusus bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji PPIH Arab Saudi 1447H/2026M,” ujar Tulus.

Menurutnya, Pokja di bawah Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj ini telah merangcang pelatihan dengan melibatkan berbagai instrumen lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, hingga tenaga kesehatan.

Ia menjelaskan, pelatihan ke depan akan terfokus pada pembinaan jasmani (Binjas) sebagai faktor penunjang utama dalam pelaksanaan tugas petugas haji, dengan kesehatan sebagai aspek yang paling fundamental.

“Faktor utama dalam mendukung pelaksanaan tugas PPIH adalah kesehatan. Karena itu, kegiatan Binjas kami susun secara terprogram dan terarah sesuai arahan Bapak Menteri,” lanjutnya.

Menurut Tulus, tahapan pelatihan meliputi jalan sehat, senam kebugaran, hingga latihan baris-berbaris, yang difokuskan untuk membentuk karakter dan disiplin petugas.

“Pelatihan ini bisa dikatakan seperti semi-militer. Namun perlu ditegaskan, ini bukan menjadikan petugas sebagai militer, melainkan pendekatan semi-militer untuk membentuk karakter, disiplin, dan rasa bangga dalam melaksanakan tugas sebagai petugas haji,” tegasnya.

Ia berharap, penyelenggaraan haji 2026 di bawah Kemenhaj dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Harapan utama kami tentu pelaksanaan haji ke depan harus lebih baik. Dengan pelatihan ini, kami bersinergi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan pelayanan maksimal yang dibekali attitude, skill, dan knowledge, sehingga petugas mampu menghadirkan pelayanan dengan senyum, salam, dan sapa atau 3S,” tambahnya.

Tulus kembali menegaskan dengan menerapkan konsep diklat “barak” dan pendekatan semi-militer ini, menjadi komitmen Kemenhaj untuk menyiapkan petugas haji yang tangguh secara fisik, matang secara mental, disiplin, dan berfokus penuh pada pembinaan pelayanan, dan perlindungan jamaah. (hay)

Leave a Reply