Menhaj Tegaskan Layanan Haji Siap, Fokus Ramah Perempuan dan Kesehatan Jamaah
January 8, 2026
Kemenhaj: Nilai Manfaat Haji Khusus adalah Hak Jamaah
January 9, 2026

Kemenhaj Dorong Ekosistem Ekonomi Haji Lewat Uji Cita Rasa Nusantara

AMPHURI.ORG, JAKARTA—Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas konsumsi jamaah haji Indonesia.  Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi (Ditjen PEE) terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi haji nasional melalui pelaksanaan Uji Cita Rasa Nusantara calon penyedia makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) dan bumbu pasta konsumsi jamaah haji Indonesia tahun 1447H/2026M.

“Upaya ini sebagai langkah kongkrit peningkatan kualitas layanan konsumsi jamaah haji, sekaligus membuka ruang partisipasi pelaku usaha dan UMKM pangan nasional dalam penyelenggaraan ibadah haji,” kata Menhaj Irfan Yusuf dalam arahannya di Uji Cita Rasa Nusantara yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026).

“Kita tidak ingin lagi mendengar keluhan tentang rasa yang tidak familiar atau gizi yang kurang optimal. Kita menginginkan sebaliknya: makanan yang halal, thayyib, bergizi tinggi, aman, sekaligus membawa identitas dan kehangatan Nusantara,” imbuhnya.

Menhaj juga menegaskan bahwa pemenuhan konsumsi jamaah haji harus berpegang pada prinsip halalan thayyiban, mengedepankan kekayaan cita rasa Nusantara yang adaptif dan inovatif, dilakukan melalui kolaborasi nasional, serta berorientasi pada kebutuhan dan kenyamanan jamaah.

Menyikapi hal ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Pengembangan Ekosistem Ekonomi (PEE) Jaenal Effendi menyampaikan bahwa sentuhan cita rasa yang familiar memiliki peran penting bagi jamaah haji Indonesia.

“Kita memahami betapa pentingnya sentuhan rasa yang familiar di tengah cuaca ekstrem, kelelahan, dan kerinduan akan tanah air. Hidangan dengan cita rasa rempah yang tepat, kuah yang menghangatkan, atau sambal yang khas dapat menjadi penyembuh rindu dan penguat semangat yang luar biasa,” ujar Jaenal.

Uji cita rasa Nusantara ini memiliki sejumlah tujuan strategis, antara lain menyeimbangkan kebutuhan gizi dan cita rasa khas Indonesia yang sesuai dengan kondisi operasional haji di Arab Saudi, mendorong inovasi menu dan pengemasan yang aman serta mudah didistribusikan, membuka ruang keterlibatan UMKM kuliner nasional, serta memastikan seluruh proses memenuhi standar keamanan pangan dan prinsip halalan thayyiban.

Uji cita rasa Nusantara ini menilai berbagai produk makanan siap saji (RTE) dari 9 perusahaan serta produk bumbu pasta dari 10 perusahaan calon penyedia konsumsi jamaah haji. Proses penilaian melibatkan tim penguji independen dari unsur akademisi serta pihak yang memiliki kompetensi dan keterkaitan dengan penyediaan konsumsi jamaah haji.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Jaenal menegaskan, pendekatan ekosistem ekonomi haji, di mana penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya berfokus pada aspek pelayanan ibadah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM dan industri pangan dalam negeri.

Jaenal berharap, melalui pelaksanaan uji cita rasa Nusantara, produk konsumsi jamaah haji Indonesia ke depan tidak hanya memenuhi standar layanan dan kesehatan, tetapi juga menjadi representasi kekayaan kuliner Nusantara yang membanggakan di tingkat global. (hay)

Leave a Reply