Kemenhaj Gandeng Polri, Berantas Praktik Haji Non Prosedural
April 20, 2026
Kemenhaj Pastikan Seluruh Layanan Haji Tanpa Biaya
April 21, 2026

Kemenhaj Imbau Jamaah Haji Tetap Tenang Hadapi Perubahan Cuaca di Saudi

AMPHURI.ORG, MADINAH—Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Haji dan Umrah, (Kemenhaj) Budi Agung Nugroho, yang sekaligus wakil Ketua II Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau jamaah haji Indonesia untuk tetap tenang dan bijak dalam menyikapi perubahan cuaca di sejumlah wilayah Arab Saudi.

Menurutnya, mengacu pada edaran Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi yang meminta masyarakat untuk tetap berada di lokasi aman serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan sekitar saat terjadi hujan atau cuaca ekstrem.

“Masyarakat diminta untuk tetap berada di lokasi yang aman dan meningkatkan kewaspadaan saat terjadi perubahan cuaca. Penting untuk memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan mengikuti arahan petugas,” ujar Budi, di Madinah, Selasa (21/4/2026), seperti dikutip laman resmi Kemenhaj haji.go.id.

Budi menambahkan, masyarakat juga diminta untuk mematuhi seluruh instruksi resmi yang disampaikan melalui berbagai media, termasuk platform media sosial.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Saudi, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan terjadi secara merata di wilayah barat dan timur, mencakup Mekkah, Madinah, Thaif, hingga Riyadh.

Meski demikian, Budi memastikan layanan kepada jamaah tetap berjalan normal, meliputi akomodasi, konsumsi, dan transportasi. Kemenhaj juga terus meningkatkan edukasi serta kesiapsiagaan petugas, khususnya dalam aspek kesehatan, agar pelayanan kepada jamaah tetap optimal.

“Layanan kepada jamaah tetap berjalan seperti biasa, yang kita lakukan adalah meningkatkan edukasi dan kesiapsiagaan petugas agar mampu mendampingi jamaah dalam kondisi cuaca yang berubah-ubah,” jelasnya.

Seiring perkembangan cuaca, jamaah diimbau untuk menyesuaikan aktivitas ibadah. Apabila kondisi tidak memungkinkan, seperti hujan deras, panas ekstrem, pelaksanaan shalat dan bimbingan manasik dapat dilakukan di hotel.

“Daripada memaksakan diri dan berpotensi mengganggu kesehatan, sebaiknya ibadah dilakukan di hotel saat kondisi cuaca tidak mendukung,” katanya. (hay)

Leave a Reply