

AMPHURI.ORG, JEDDAH—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia memastikan proses kedatangan dan pemulangan jamaah umrah Indonesia di Arab Saudi terus berjalan dengan aman dan lancar. Pemantauan dilakukan secara intensif oleh petugas melalui Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah pada 14 Maret 2026 di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah dan Bandara Internasional Prince Muhammad bin Abdulaziz Madinah.
Demikian disampaikan Staf Teknis Haji Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, M. Ilham Effendy dalam keterangan resminya di Jeddah, pada Minggu (15/3/2026)
Menurutnya, berdasarkan hasil pemantauan lapangan, petugas melakukan monitoring terhadap proses pemulangan jamaah umrah Indonesia yang menggunakan sejumlah maskapai. Pada hari tersebut tercatat 853 jamaah umrah dipantau dalam proses kepulangan menuju Tanah Air melalui berbagai penerbangan dari Jeddah maupun Madinah.
Selain itu, petugas juga melakukan pengawasan terhadap kedatangan jamaah umrah dari Indonesia ke Arab Saudi. Tercatat 763 jamaah tiba di Arab Saudi.
Ilham menegaskan pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelayanan jamaah berjalan dengan baik sejak kedatangan hingga kepulangan.
“Petugas KUH Jeddah bersama Satgas Bandara terus melakukan monitoring secara intensif di seluruh area layanan jamaah guna memastikan proses kedatangan dan pemulangan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Ilham menambahkan bahwa koordinasi juga terus dilakukan dengan maskapai, penyelenggara perjalanan ibadah umrah, serta otoritas bandara guna mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin terjadi di lapangan.
“Koordinasi dengan seluruh pihak terkait terus kami lakukan agar pelayanan kepada jamaah dapat berjalan optimal, termasuk dalam penanganan jamaah yang sebelumnya mengalami keterlambatan penerbangan,” katanya.
Secara umum, situasi di lapangan terpantau kondusif dan tidak ditemukan permasalahan yang berarti selama proses pemantauan berlangsung. Jamaah yang sebelumnya sempat mengalami keterlambatan penerbangan atau stranded juga secara bertahap telah dipulangkan kembali ke Tanah Air.
M. Ilham Effendy juga menyampaikan bahwa secara kumulatif jumlah jamaah umrah Indonesia yang telah kembali ke Tanah Air dalam periode 28 Februari hingga 14 Maret 2026 tercatat mencapai 25.922 orang.
“Secara kumulatif sejak 28 Februari hingga 14 Maret, tercatat sebanyak 25.922 jamaah umrah Indonesia telah dipantau dalam proses kepulangan ke Tanah Air melalui berbagai penerbangan dari Jeddah maupun Madinah,” jelasnya.
Kemenhaj menegaskan bahwa pengawasan di bandara akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari komitmen negara dalam memberikan perlindungan serta memastikan pelayanan terbaik bagi jamaah umrah Indonesia di Arab Saudi. (hay)