

AMPHURI.ORG, KEDIRI–Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengatakan, kehadiran Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) merupakan amanat besar negara untuk memastikan seluruh jamaah memperoleh pelayanan yang berkualitas sejak tahap persiapan hingga kepulangan ke Tanah Air.
“Kehadiran kementerian ini adalah amanat besar untuk memastikan jamaah kita memperoleh pelayanan terbaik, mulai dari hulu hingga hilir,” demikian disampaikan Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan dalam kunjungan kerjanya di Kediri, sebagaimana dilansir laman resmi Kemenhaj, Kamis, (11/12/2025).
Menurutnya, Kemenhaj berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik serta perlindungan optimal bagi jemaah haji Indonesia pada penyelenggaraan Haji 2026. Karena itu, Gus Irfan menekankan, pemerintah terus berupaya memperkuat tata kelola serta ekosistem penyelenggaraan Haji dan Umrah agar semakin profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan jamaah.
Gus Irfan menyebutkan, Indonesia setiap tahun memberangkatkan sekitar 1,5 juta jamaah umrah. Kondisi tersebut menuntut ketersediaan konektivitas udara yang efisien, kolaborasi erat antar pemangku kepentingan, serta inovasi layanan yang mampu menjawab dinamika kebutuhan jamaah.
Ia memberi contoh soal bandara yang melebihi kapasaitas seperti Bandara Juanda Surabaya. Menurutnya, untuk memaksimalkan pelayanan kepada jamaah haji, diperlukan alternatif bandara. Kehadiran bandara alternatif tersebut dibutuhkan untuk melayani pergerakan jamaah umrah, khususnya dari wilayah Jawa Timur.
Lebih lanjut Gus Irfan menyampaikan, salah satu opsi strategis yang dipertimbangkan adalah Bandara Dhoho Kediri. Dengan infrastruktur modern dan landasan pacu yang mampu menampung pesawat berbadan lebar (wide body), bandara tersebut dinilai memiliki nilai ekonomis serta fleksibilitas operasional bagi maskapai penerbangan.
“Bandara Dhoho memiliki potensi besar untuk menjadi hub penting bagi pasar umrah Jawa Timur yang terus tumbuh. Ini peluang besar untuk menghadirkan layanan keberangkatan yang lebih dekat, mudah, dan efisien bagi masyarakat,” kata Gus Irfan.
Gus Irfan menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan Haji dan Umrah tidak dapat dilepaskan dari kemitraan yang kuat antara Kemenhaj, pemerintah daerah, pengelola bandara, maskapai penerbangan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Karena itu, Gus Irfan mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kerja sama demi memastikan jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, bermartabat, dan terjangkau.
“Kita ingin membangun kemitraan yang berkelanjutan demi meningkatkan kualitas perjalanan Haji dan Umrah bagi masyarakat Indonesia,” pungkasnya. (hay)