Komnas Haji Apresiasi Menag yang Libatkan KPK dalam Penyelenggaraan Haji
January 24, 2025
Pemerintah Mulai Teken Kontrak Layanan Haji, Target Selesai Sebelum 14 Februari
January 27, 2025

Peringatan Isra’ Mi’raj, Menag: Mari Tegakkan Shalat

AMPHURI.ORG, JAKARTA– Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, salah satu pesan terpenting dari peristiwa Isra’ Mi’raj adalah Shalat. Menag ajak umat Islam untuk menegakkan Shalat. Menag ajak umat Islam untuk menegakkan Shalat.

Demikian pesan yang disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (26/1/2025) menyambut peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Menurutnya, Isra’ Mi’raj adalah peristiwa monumental yang membawa pesan mendalam bagi umat manusia. Isra’ Mi’raj menjadi perjalanan suci dan bersejarah sekaligus titik balik kebangkitan dakwah Rasulullah SAW.

Menag menjelaskan, ada tiga perjalanan penting Rasulullah, yaitu: Isra’ Mi’raj, Hijrah, dan Haji Wada. Hijrah dari Mekkah ke Madinah menjadi momentum perubahan, Haji Wada menandai kemenangan. Isra’ Mi’raj adalah puncak perjalanan seorang hamba (al-abd) menuju sang pencipta (al-Khalik) menuju kesempurnaan ruhani (insan kamil).

“Oleh-oleh Isra’ Mi’raj adalah shalat. Karenanya, pesan terpenting dari peringatan Isra’ Mi’raj adalah menegakkan shalat. Mari menegakkan shalat,” pesan Menag Nasaruddin.

“Rasulullah dalam sebuah hadis menyebut shalat sebagai Mi’rajnya orang mukmin. Shalat juga tiang agama,” sambungnya.

Shalat, kata Menag, adalah fondasi spiritualitas dan pilar agama. Salat mengajarkan kedisiplinan, ketundukan, dan hubungan yang erat dengan Sang Pencipta. Dan, shalat ditutup dengan salam, memberi pesan tentang pentingnya menebar kedamaian dan keselamatan. Shalat mengajarkan tentang pentingnya keseimbangan antara hubungan dengan Allah SWT dan hubungan dengan sesama manusia.

“Salat menguatkan fondasi spiritual dalam membangunan umat dan bangsa. Ketika fondasi ini kuat, nilai-nilai keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan akan tumbuh dan membawa manfaat bagi semua. Spiritualitas yang terinternalisasi dengan baik akan menjadi landasan untuk membangun persatuan, toleransi, dan harmoni sosial,” papar Menag.

“Shalat mengajarkan kita bahwa kesalehan individual harus berdampak pada kesalehan sosial, yang menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat yang adil dan bermartabat,” sambungnya.

Menag berharap, peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini menjadi inspirasi bagi umat untuk terus memperkuat iman, memperbaiki amal, dan membangun masa depan bangsa yang lebih baik. “Dengan menjadikan spiritualitas sebagai landasan, salat sebagai pilar, mari hadirkan peradaban yang penuh rahmat dan keberkahan,” tandasnya. (hay)

Leave a Reply