

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud atau yang dikenal dengan julukan MBS luncurkan proyek King Salman Gate. Sebuah proyek pembangunan kawasan serbaguna atau multi-use development di Mekkah.
Dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (12/11/2025) disebutkan nantinya pembangunan akan mencakup hingga 12 juta meter persegi yang terletak di sebelah Masjidil Haram. Proyek ini akan meningkatkan akses ke Masjidil Haram hingga meningkatkan kualitas layanan yang sejalan dengan tujuan Program Pengalaman Jamaah.
Kawasan terpadu ini menawarkan berbagai fasilitas, seperti 50.000 unit hunian, perhotelan bintang 4 hingga bintang 5 plus, area komersial dengan lebih dari 200.000 juta persegi ruang ritel, serta ruang salat di dalam dan luar ruangan berkapasitas sekitar 900.000. Tak hanya itu, para penghuni akan memiliki akses ke fasilitas parkir khusus dengan kapasitas sekitar 30.000 mobil. Semua area parkir akan dikelola oleh tim operasional khusus yang akan melayani kebutuhan penghuni, tamu, dan pengunjung.
Proyek King Salman Gate disebut bakal terintegrasi dengan transportasi umum sehingga memudahkan akses pengunjung di sana. Ditambah lagi, proyek ini juga akan memulihkan dan mengembangkan sekitar 19.000 meter persegi situs warisan, melestarikan warisan budaya dan sejarah Mekkah untuk memperkaya perjalanan setiap pengunjung.
Meski tidak disebutkan nilai proyek tersebut, King Salman Gate digadang-gadang akan menciptakan lebih dari 300.000 lapangan kerja pada 2036 mendatang.
Proyek ini dikembangkan oleh RUA AlHaram AlMakki Company, sebuah perusahaan yang berada di bawah Public Investment Fund (PIF). Perusahaan ini bertujuan mendukung strategi PIF dengan mendorong pengembangan kawasan perkotaan di sekitar Masjidil Haram, menjadikan Mekkah sebagai tolok ukur global dalam pengembangan real estat.
Selain itu, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas salat dan akomodasi guna mendukung jumlah pengunjung yang terus bertambah setiap tahun, sejalan dengan target nasional untuk menyambut 30 juta jamaah pada tahun 2030.
Seperti dilansir dari Reuters, Saudi memang tengah melakukan transformasi ekonomi lewat Vision 2030 agar tidak bergantung lagi pada minyak. Maka dari itu, negara tersebut banyak melakukan investasi di sektor pariwisata dan juga infrastruktur. (hay)