

AMPHURI.ORG, JAKARTA – Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (General Authority of Civil Aviation/GACA) merilis kalender operasional penerbangan Haji 2026 (1447H). Jadwal dibuat presisi untuk mengatur arus jutaan jamaah yang masuk-keluar Kerajaan lewat bandara-bandara utama, dengan ketentuan tanggal Masehi dijadikan rujukan utama bila ada selisih dengan kalender Hijriah. Sebagaimana dilansir dalam laman pengumuman website resmi gaca.gov.sa yang diakses pada, Selasa (14/10/2025).
Dua Fase: Kedatangan dan Kepulangan
Fase Kedatangan (Arrival Phase): Sabtu, 18 April 2026 (1 Dzulqa’dah 1447H) sampai Kamis, 21 Mei 2026 (4 Dzulhijjah 1447H), batas akhir 23.59 GMT. Artinya, seluruh penerbangan yang membawa jamaah hanya boleh mendarat dalam rentang waktu ini.
Fase Kepulangan (Departure Phase): Sabtu, 30 Mei 2026 (13 Dzulhijjah 1447H) hingga Selasa, 30 Juni 2026 (15 Muharram 1448H), batas akhir 23.59 GMT. Penjadwalan kepulangan memperhitungkan Dzulqa’dah 30 hari, sehingga ada ruang penyesuaian rotasi armada dan slot bandara.
Sebagai catatan, GACA mewajibkan maskapai—baik reguler maupun charter—mengajukan permohonan penerbangan haji antara: Minggu, 24 Agustus 2025 (1 Rabi’ul Awwal 1447H) hingga Kamis, 12 Maret 2026 (23 Sya’ban 1447H).
GACA juga mengimbau maskapai untuk menyelesaikan kontrak dengan misi haji sedini mungkin, selaras dengan ketersediaan akomodasi jamaah di Mekkah dan Madinah. Jika terjadi perbedaan penanggalan, tanggal Masehi (Gregorian) akan melampaui kalender Hijriah sebagai acuan operasional. Untuk pertanyaan teknis, maskapai dapat menghubungi Hajj and Umrah Affairs GACA via email: hud@gaca.gov.sa. (hay)