Saudi Gandeng WHO, Siapkan Haji 2026 Bebas Wabah
October 11, 2025
Kemenag dan Kemenhaj Percepat Transisi Lembaga dan Aset
October 13, 2025

Saudi Umumkan Regulasi Kesehatan Baru untuk Haji 2026

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Pemerintah Arab Saudi menetapkan aturan kesehatan baru yang jauh lebih ketat untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 1447H/2026. Kebijakan ini bertujuan menjaga keselamatan jutaan jamaah yang akan memadati Tanah Suci dari berbagai negara.

Melalui surat edaran resmi, Kementerian Kesehatan Arab Saudi menegaskan bahwa setiap calon jamaah kini wajib menjalani pemeriksaan medis komprehensif dan menunjukkan sertifikat vaksinasi sebelum berangkat.

Semua calon jamaah, termasuk dari negara-negara pengirim besar seperti Indonesia, Nigeria, dan India, harus membuktikan kondisi fisik dan mental yang sehat. Mereka yang tidak memenuhi standar akan dilarang memasuki Saudi.

“Pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan sebelum keberangkatan, tetapi juga diverifikasi ulang di seluruh titik masuk ke Arab Saudi,” tulis keterangan resmi Kementerian Kesehatan Saudi seperti dikutip dari the guardian Nigeria, Senin (13/10/2025).

Jamaah yang tidak memenuhi syarat dapat dilarang masuk, dikarantina, atau dipulangkan. Pemerintah menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, karena keselamatan publik menjadi prioritas utama.

Dalam kebijakan baru ini, Saudi juga menetapkan penyakit-penyakit yang secara otomatis mendiskualifikasi calon jamaah, di antaranya:

  • Gagal organ berat (jantung, paru, hati, atau ginjal)
  • Penyakit kronis stadium lanjut
  • Kehamilan berisiko tinggi
  • Pasien kanker yang sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi
  • Dementia dan gangguan kejiwaan berat
  • Penyakit menular aktif seperti tuberkulosis dan demam berdarah hemoragik

Langkah ini sejalan dengan standar kesehatan global untuk mencegah risiko penularan penyakit di acara keagamaan terbesar dunia yang melibatkan jutaan orang dari lebih dari 160 negara.

Selain itu, vaksinasi menjadi komponen utama dalam regulasi baru ini.

  • COVID-19: Dosis terakhir antara tahun 2021–2025, minimal dua minggu sebelum keberangkatan.
  • Meningitis ACWY: Harus diterima tidak lebih dari 5 tahun dan tidak kurang dari 10 hari sebelum tiba di Saudi.
  • Polio & Yellow Fever: Wajib bagi jamaah dari negara endemik seperti Nigeria dan Afrika Barat, dibuktikan dengan Yellow Card internasional.

Tidak hanya itu, Saudi juga akan menerapkan sistem digital baru untuk melacak sertifikat vaksinasi, sehingga jamaah yang memalsukan dokumen dapat langsung terdeteksi. (hay)

Leave a Reply