

AMPHURI.ORG, JAKARTA – Menyusul penerapan aturan kesehatan baru untuk Haji 2026, Arab Saudi kini memperkuat koordinasi internasional guna memastikan semua calon jamaah memenuhi persyaratan kesehatan. Pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi dengan organisasi kesehatan dunia dan otoritas haji di setiap negara.
Seperti dikutip dari the Guardian Nigeria, Sabtu (11/10/2025), Kementerian Kesehatan Saudi menegaskan bahwa kebijakan kesehatan haji akan bersifat adaptif terhadap situasi global. Jika muncul wabah baru atau keadaan darurat kesehatan internasional, Saudi dapat menambahkan protokol tambahan bekerja sama dengan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).
Pendekatan fleksibel ini memungkinkan otoritas Saudi merespons cepat ancaman kesehatan global, sambil menjaga agar pelaksanaan ibadah tetap berjalan aman dan lancar.
Badan urusan haji di berbagai negara telah mulai mengimbau calon jamaah agar melakukan vaksinasi dan pemeriksaan medis jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.
Penerapan protokol kesehatan ketat ini menjadi bagian dari Visi Saudi 2030, yang mendorong transformasi sistem haji menuju tata kelola yang lebih profesional, efisien, dan berkelanjutan.
Langkah proaktif ini mendapat dukungan luas dari organisasi kesehatan internasional, karena dinilai menjadi model ideal manajemen kesehatan untuk acara berskala global.
Arab Saudi menegaskan, meski bagi sebagian calon jamaah aturan ini terasa berat, keselamatan tetap menjadi prioritas tertinggi. Dengan penerapan yang disiplin, pelaksanaan Haji 2026 diharapkan menjadi yang paling aman dan modern dalam sejarah. (hay)