Kemenhaj Fokus Haji 2026 yang Tepat Waktu, Berkualitas dan Perkuat Perlindungan Jamaah
January 8, 2026
Kemenhaj Dorong Ekosistem Ekonomi Haji Lewat Uji Cita Rasa Nusantara
January 8, 2026

Menhaj Tegaskan Layanan Haji Siap, Fokus Ramah Perempuan dan Kesehatan Jamaah

AMPHURI.ORG, JAKARTA—Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447H/2026M dengan mengedepankan pelindungan jamaah, khususnya melalui penguatan layanan ramah perempuan dan penerapan standar istithaah kesehatan secara ketat.  Artinya, penyelenggaraan haji tahun ini diarahkan lebih humanis.

“Jumlah petugas akan kami perbanyak, termasuk pembimbing perempuan, karena mayoritas Jamaah Haji Indonesia adalah perempuan,” ujar Menhaj Moch. Irfan Yusuf dalam Media Briefing: Outlook Penyelenggaraan Haji 1447H/2026M di Jakarta, Kamis (8/1/2026).

Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan juga menyampaikan bahwa biaya layanan Armuzna (Arafah Muzdalifah dan Mina) pada musim haji tahun ini mengalami penurunan. Dimana biaya turun dari sekitar SAR 2.300 menjadi SAR 2.100 per jamaah.

“Penurunan ini tidak mengurangi kualitas layanan karena seluruh kontrak menggunakan skema harga bersih tanpa cashback dan tanpa fee,” jelasnya.

Kemudian, kata Gus Irfan, terkait pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), progresnya di sejumlah daerah sudah sangat baik.

“Sumatera Barat hampir 100%, Aceh sudah 83% dan Sumatera Utara lebih dari 90%. Kami optimistis dalam dua hari ke depan pelunasan Bipih bisa mencapai 100%secara nasional,” ungkapnya.

Sementara mengenai isu istithaah kesehatan yang menjadi perhatian utama pemerintah tahun ini, pihaknya menegaskan penerapan standar kesehatan jamaah akan dilakukan secara tegas.

“Pemerintah Arab Saudi memberi perhatian khusus pada istithaah kesehatan. Pemeriksaan akan dilakukan secara acak dan jamaah yang tidak memenuhi syarat berpotensi dipulangkan. Karena itu, tidak boleh ada pihak yang memaksakan keberangkatan jamaah yang tidak layak secara kesehatan,” tegasnya.

Menhaj Gus Irfan menambahkan, Kemenhaj akan melakukan perbaikan di sisi embarkasi dan layanan di Arab Saudi, termasuk optimalisasi pemeriksaan di bandara, seleksi ketat syarikah, serta pendistribusian kartu Nusuk sejak embarkasi.

“Semua ini kami lakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jamaah sejak dari Tanah Air hingga kembali ke Indonesia,” katanya.

Di samping itu, Menhaj juga menegaskan pentingnya peran media dalam mengawal penyelenggaraan ibadah haji. Sebab, media sebagai mitra strategis pemerintah dapat menyampaikan sekaligus memastikan pelaksanaan haji berjalan sesuai rencana.

“Media adalah mitra strategis kami untuk memastikan pelaksanaan haji berjalan transparan, akuntabel, dan berpihak pada keselamatan serta kenyamanan jamaah,” pungkasnya. (hay)

Leave a Reply