

AMPHURI.ORG, JAKARTA—Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa fokus penyelenggaraan ibadah Haji 1447H/2026M diarahkan agar berjalan tepat waktu, dengan layanan yang semakin berkualitas, serta pelindungan jamaah yang semakin kuat. Karena itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) tidak hanya menyiapkan aspek teknis, tetapi juga memperkuat tata kelola, pengawasan, dan integritas penyelenggaraan haji secara menyeluruh.
“Fokus penyelenggaraan haji tahun ini adalah ketepatan waktu, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan perlindungan jamaah. Pemerintah bekerja secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga tata kelola dan pengawasan,” ujar Menhaj dalam Media Briefing: Outlook Penyelenggaraan Haji Tahun 1447H/2026M di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Kamis (8/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan ini menyampaikan bahwa prinsip utama penyelenggaraan haji tahun ini menempatkan pelayanan jamaah sebagai prioritas utama, dengan kepastian proses, kepatuhan terhadap regulasi, serta menjunjung tinggi akuntabilitas. Setiap kebijakan diarahkan agar berdampak langsung pada kenyamanan, keselamatan, dan ketenangan jamaah.
“Pelayanan jamaah menjadi prioritas utama. Setiap proses harus jelas, pasti, patuh terhadap regulasi, dan dapat dipertanggungjawabkan demi kenyamanan dan keselamatan jamaah,” tegasnya.
Terkait progres persiapan layanan di Arab Saudi, Kemenhaj mengawal secara intensif penyediaan layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi melalui koordinasi erat dengan otoritas Saudi agar layanan sesuai standar, tepat waktu, dan mampu melayani jamaah Indonesia dalam jumlah besar.
Gus Irfan menambahkan, di dalam negeri, persiapan penerbangan haji, asrama haji, dan embarkasi dilakukan sejak awal melalui koordinasi lintas kementerian, maskapai, serta pengelola bandara. Asrama haji disiapkan untuk memastikan jamaah memperoleh layanan yang tertib, nyaman, dan aman sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Pun dengan pelunasan biaya haji reguler dan khusus, terus dipantau secara ketat agar berjalan transparan, tertib, dan terintegrasi dengan sistem layanan haji serta pemvisaan, sehingga tidak menghambat tahapan penyelenggaraan.
Layanan kesehatan menjadi prioritas utama dengan memastikan pemenuhan istithaah kesehatan, kesiapan tenaga medis, serta sistem layanan kesehatan yang memadai baik di Tanah Air maupun di Saudi.
“Keselamatan jamaah adalah hal yang tidak bisa ditawar. Pemenuhan istithaah kesehatan dan kesiapan layanan medis menjadi perhatian utama pemerintah,” kata Menhaj.
Untuk mendukung layanan di lapangan, rekrutmen petugas haji dilakukan secara transparan dan berbasis kompetensi. Pendidikan dan pelatihan petugas terus diperkuat agar siap secara mental dan fisik, mampu menghadapi dinamika di lapangan, serta melayani jamaah rentan secara optimal.
Kemenhaj juga memperkuat akurasi dan sinkronisasi data sebagai fondasi penyelenggaraan haji guna memastikan proses pemvisaan, layanan, dan perlindungan jamaah berjalan lancar tanpa kendala administratif. Selain itu, kata Gus Irfan, pemetaan risiko dilakukan secara komprehensif disertai langkah mitigasi sejak dini melalui penguatan pengawasan dan koordinasi lintas sektor.
Kemudian, Menhaj menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelenggarakan Haji 1447H/2026M secara profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan serta perlindungan jamaah, serta mengajak media menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan konstruktif kepada masyarakat. (hay)