Industri Umrah: 30 Persen Perputaran Ekonomi untuk Domestik
September 20, 2025
Sukses Terbangkan 6000 Jamaah Umrah, Hainantiket.com Siap Lakukan Ekspansi
September 25, 2025

Gus Irfan: Tugas Kementerian Haji dan Umrah Sangat Berat

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan, Pemerintah melalui Kementrian Haji dan Umrah terus memantapkan langkah menuju transformasi penyelenggaraan haji dan umrah yang lebih baik. Kementrian Haji dan Umrah saat ini memiliki tugas yang sangat berat. Karenanya, ia meminta kepada seluruh jajarannya untuk bekerja keras, sehingga lembaga ini benar-benar bermanfaat kepada seluruh bangsa Indonesia.

Demikian ditegaskan Menhaj Irfan Yusuf saat memberikan arahan dalam Rapat Konsolidasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah 2025, di Hotel Movenpick Jakarta City Center, sebagaimana dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (25/9/2025).

Dalam Rapat Konsolidasi bertema ‘Sukses Penyelenggaraan, Sukses Kelembagaan’, yang dilangsungkan secara hybrid hingga 27 September 2025 ini dihadiri Menteri Haji dan Umrah RI, Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Haji RI, dan para pemangku kepentingan haji dan umrah dari pusat hingga daerah.

Rapat konsolidasi membahas sejumlah isu strategis, mulai dari penataan struktur kelembagaan hingga perumusan Standar Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) serta Standar Operasional Prosedur (SOP) kinerja kementerian.

Menurutnya, Kementrian Haji dan Umrah merupakan kementrian yang baru, sehingga penting untuk mengedepankan identitas atau wajah baru yakni sebagai kementrian yang berintegritas, profesional dan beroreintasi target.

Dengan mengusung Value MABRUR sebagai panduan kerja, Kementerian Haji dan Umrah menargetkan penyelenggaraan haji dan umrah yang lebih transparan, profesional, dan berorientasi pada kepuasan jamaah.

“Mambrur dalam artian, melayani, amanah, berintegritas, responsive, unggul dan ramah. Tugas kita adalah menghadirkan kinerja yang nyata, bukan sekedar seremonial,” ungkap pria yang akrab disapa Gus Irfan ini.

Gus Irfan juga memastikan bahwa kementrian yang dipimpinnya kedepan akan benar-benar bersih, berintegritas dan anti penyimpangan dalam setiap proses penataan kelembagaan.

“Saya pastikan, tidak ada satu rupiah pun yang diselewengkan dalam proses penataan struktur kewilayahan hingga daerah. Ini akan menjadi percontohan bagi kementerian lain,” tegasnya.

Selain itu, Gus Irfan menyampaikan keseriusan aspek dalam penyelenggaraan haji dan umrah yaitu Tri Sukses Haji terutama berkaitan dengan pembinaan jamaah pasca haji. Juga penyusunan kebijakan kuota sesuai Undang-Undang yang berlaku, hingga peningkatan efektivitas manajerial petugas haji sebagai bentuk investasi pelayanan bagi jamaah.

Gus Irfan berharap, rapat koordinasi kali ini menghasilkan sesuatu yang berharga, sehingga menjadi kementrian yang benar-benar memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji Indonesia. (hay)

Leave a Reply