

AMPHURI.ORG, JAKARTA—Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf memastikan bahwa persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M hampir rampung. Berbagai komponen utama layanan jamaah, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi hingga proses pemvisaan, telah memasuki tahap akhir persiapan.
“Persiapan penyelenggaraan haji tahun 2026 terus kami matangkan. Pemerintah memastikan seluruh layanan utama bagi jamaah, mulai dari akomodasi, konsumsi hingga transportasi, telah dipersiapkan secara optimal,” ujar Menhaj, di Jakarta, pada Rabu (11/3/2026), seperti dilansir laman resmi Kemenhaj, haji.go.id.
Dari sisi akomodasi, lanjut Menhaj, seluruh hotel yang akan digunakan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi telah selesai dikontrak. Di kota Mekkah, sebanyak 177 hotel telah disiapkan untuk jamaah haji reguler yang tersebar di wilayah Misfalah, Syisyah, Raudhah, Jarwal, dan Aziziyah. Sementara itu, di Madinah disiapkan 100 hotel yang berada di kawasan Markaziyah Syamaliyah, Markaziyah Gharbiah, dan Markaziyah Janubiyah.
“Seluruh hotel tersebut telah dikonfigurasi sesuai dengan kloter dan diinput ke dalam aplikasi Nusuk sebagai bagian dari persyaratan penerbitan visa jamaah,” jelasnya.
Untuk layanan konsumsi, Kemenhaj juga telah menjalin kontrak dengan 75 syarikah penyedia katering, terdiri dari 52 penyedia di Mekkah dan 23 penyedia di Madinah. Selama berada di Mekkah, jamaah akan menerima maksimal 84 kali layanan makan, sementara selama di Madinah jamaah memperoleh hingga 27 kali layanan makan.
“Prioritas utama pemerintah adalah memastikan jamaah Indonesia memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas selama menjalankan ibadah haji,” tegas Menhaj.
Di bidang transportasi, pemerintah menyiapkan layanan bus antar kota perhajian, bus sholawat, serta bus masyair. Layanan bus antar kota akan dilayani oleh 15 perusahaan transportasi, sementara bus sholawat disiapkan melalui 6 operator dengan 21 rute dan 79 halte yang menghubungkan kawasan hotel jamaah dengan Masjidil Haram.
Selain itu, layanan pada fase puncak haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Masyair) akan dilayani oleh dua syarikah utama, yaitu Al Bait Guest (BTG) dan Rakeen Masyariq (RKN) yang akan melayani lebih dari 203 ribu jamaah haji Indonesia.
Untuk transportasi udara, keberangkatan jamaah haji Indonesia akan dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudia. Seluruh jadwal penerbangan telah memperoleh slot time dari otoritas penerbangan Arab Saudi (GACA), dengan keberangkatan kloter pertama dijadwalkan mulai 22 April 2026.
Hingga 10 Maret 2026, proses pemvisaan juga menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak 198.410 visa jamaah telah diterbitkan, atau mencapai 97,58 persen dari total data jamaah yang telah diinput.
“Sebagian besar komponen utama penyelenggaraan haji telah siap. Kami terus melakukan koordinasi intensif agar seluruh tahapan pelaksanaan berjalan lancar hingga keberangkatan jamaah,” ujar Menhaj.
Lebih lanjut Menhaj menegaskan, Kemenhaj optimistis bahwa dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan kenyamanan dan perlindungan maksimal bagi seluruh jamaah haji Indonesia. (hay)