Komnas Haji Kembali Buka Kanal Pengaduan Haji 2026
May 18, 2026
Timwas Haji DPR Soroti Layanan Haji 2026
May 19, 2026

Menhaj Pimpin Misi Amirulhaj 1447 H, Pastikan Layanan Jamaah Haji

AMPHURI.ORG, JAKARTA—Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf, bertolak menuju Arab Saudi untuk memimpin misi Amirulhaj 1447H/2026. Keberangkatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk hadir langsung mengawal pelayanan jamaah di Tanah Suci. Menhaj dijadwalkan bertolak ke Jeddah menggunakan maskapai Garuda Indonesia GA-980, pada Selasa (19/5/2026), pukul 11.45 WIB.

“Keberangkatan Amirulhaj ini adalah bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh layanan bagi jamaah berjalan baik, terutama menjelang fase puncak haji. Fokus kami adalah keselamatan, kenyamanan, dan kekhusyukan ibadah jamaah Indonesia,” ujar Menhaj, di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (19/6/2026).

Menhaj menyampaikan, hingga saat ini sebanyak 92,7 persen jamaah haji Indonesia telah tiba di Saudi. Ia menegaskan, seluruh layanan mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, pembinaan ibadah, hingga pelindungan jamaah terus dipantau dan dikawal secara intensif.

“Alhamdulillah, 92,7 persen jamaah haji Indonesia sudah tiba di Arab Saudi. Kami terus memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar dan petugas hadir mendampingi jamaah di setiap titik layanan,” kata Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan.

Menhaj juga menyampaikan bahwa terdapat 345 jamaah yang tidak dapat diberangkatkan karena dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan saat berada di embarkasi. Menurutnya, hal ini menjadi perhatian bersama agar ke depan kesiapan kesehatan jamaah benar-benar menjadi prioritas sejak awal.

“Tahun ini ada 345 jamaah yang gagal berangkat karena tidak istithaah saat di embarkasi. Kami tentu memahami ini bukan kondisi yang mudah bagi jamaah dan keluarga. Karena itu, kami mohon untuk tahun depan seluruh calon jamaah lebih memprioritaskan istithaah, terutama kesiapan kesehatan, sejak jauh hari sebelum keberangkatan,” ujar Menhaj.

Menhaj menegaskan, prinsip istithaah merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pemerintah ingin memastikan setiap jamaah yang berangkat benar-benar dalam kondisi siap secara fisik, mental, dan kesehatan agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman.

“Pemerintah tidak ingin jamaah memaksakan diri dalam kondisi yang berisiko. Haji adalah ibadah fisik. Karena itu, istithaah harus menjadi perhatian utama, bukan hanya saat menjelang keberangkatan, tetapi sejak masa persiapan,” tegasnya.

Selama berada di Arab Saudi, Amirulhaj akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, melakukan pembinaan dan pengendalian penyelenggaraan haji, meninjau fasilitas layanan jamaah, memberikan arahan kepada petugas haji Indonesia, memberikan bimbingan dan konsultasi kepada jamaah, memimpin rapat koordinasi, memimpin khutbah wukuf, serta melakukan evaluasi atas penyelenggaraan haji.

Gus Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja melayani jamaah sejak fase keberangkatan hingga kedatangan di Saudi.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang telah bekerja siang dan malam mendampingi jamaah. Tugas ini tidak ringan, tetapi setiap ikhtiar petugas adalah bagian dari pelayanan negara kepada tamu-tamu Allah,” ujar Menhaj.

Menhaj mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, terutama menjelang fase puncak haji.

“Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia agar penyelenggaraan haji tahun ini berjalan lancar, jamaah diberikan kesehatan, petugas diberi kekuatan, dan seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung aman, tertib, serta penuh keberkahan,” tutup Menhaj. (hay)

Leave a Reply