Ketum Firman: Pemerintah Kerajaan Saudi Terus Perketat Pengawasan Pelaksanaan Haji 1446H
May 26, 2025
Inilah 7 Arahan Ketua Umum AMPHURI Soal Visa Haji Furoda dan Mujamalah
May 27, 2025

Menyikapi Visa Haji Furoda Belum Keluar, Ketum AMPHURI: Kami Terus Berikhtiar

AMPHURI.ORG, MEKKAH–Tak dimungkiri bahwa jelang puncak musim haji 1446H, ada rasa kekhawatiran yang menghinggap para calon Jamaah haji asal Indonesia yang menggunakan visa Furoda maupun Mujamalah. Pasalnya, hingga Sabtu (24/5/2025) siang waktu Arab Saudi, kedua jenis visa tersebut belum juga ada kepastian.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI), Firman M Nur, di Mekkah, Sabtu (24/5/2025) dalam pernyataannya, sebagaimana dilansir bisnissyariah.co.id

“Kami masih terus menanti. Sampai saat ini, visa haji Furoda memang belum keluar. Kami sedang berikhtiar maksimal agar seluruh calon Jamaah bisa tetap berangkat,” ujar Firman.

Firman menegaskan bahwa AMPHURI bersama seluruh penyelenggara resmi terus melakukan koordinasi intensif dengan mitra dan otoritas terkait di Arab Saudi guna memastikan kepastian keberangkatan para Jamaah.

“Haji Furoda adalah skema yang legal dan resmi di bawah kuota mujamalah langsung dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Namun, prosesnya sangat tergantung pada sistem visa yang dikelola oleh otoritas Saudi, dan kami tidak bisa memastikan kapan tepatnya akan keluar,” jelasnya.

Menurut Firman, kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan calon Jamaah dan keluarganya di Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya terus memberikan pendampingan dan informasi terkini agar mereka tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak valid.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh Jamaah untuk tidak mudah percaya pada isu-isu liar di media sosial. AMPHURI dan para penyelenggara resmi terus bekerja keras di lapangan demi kelancaran ibadah mereka,” katanya.

Haji Furoda sendiri banyak diminati masyarakat muslim Indonesia karena tidak perlu antre bertahun-tahun. Namun, karena keterbatasan kuota dan sistem verifikasi yang ketat, visa untuk program ini kerap menjadi tantangan tersendiri setiap tahunnya.

Di tengah dinamika tersebut, Firman mengajak seluruh pihak untuk berdoa dan bersabar.

“Yang paling penting adalah niat ibadah tetap terjaga. Kita doakan semoga segala proses ini segera menemukan jalan terbaik,” tutup Firman. (hay)

Leave a Reply