Menhaj: Penyelenggaraan Haji Harus Aman, Nyaman, dan Terjangkau
December 5, 2025
AMPHURI Sumut Salurkan Bantuan ke Medan Labuhan dan Langkat
December 8, 2025

Perdokhi Minta Jamaah Pahami Pentingnya Vaksinasi dan Persiapan Fisik Sebelum Berangkat

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Ketua Umum Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi) Syarief Hasan Lutfie, menyampaikan persiapan ibadah haji tidak hanya soal dokumen dan biaya, tapi juga kesehatan. Karena itu, para calon jamaah haji harus memahami pentingnya vaksinasi dan menjaga kondisi fisik agar tubuh siap menghadapi perjalanan ibadah yang berat.

“Perlunya edukasi vaksin yang masif, terstruktur dan terukur. Agar mereka memahami bahwa vaksin bukan sekadar syarat, tapi juga mereka harus sayang pada badannya sendiri,” kata dr Syarief dalam acara diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis (5/12/2025).

Menurutnya, tantangan terbesar adalah rendahnya pemahaman jamaah tentang manfaat vaksin. Kurangnya pengetahuan tersebut, bisa menjadi hambatan dalam pelaksanaan vaksinasi calon haji, terutama bagi mereka dari latar budaya berbeda.

“Ini menjadi tantangan, jamaah kita itu perlu dibantu di dalam hal pemahaman vaksin, itu fungsi dan manfaatnya buat dirinya apa,” katanya.

“Kalau potret jamaah haji Indonesia secara utuh, itulah yang terjadi. Pengetahuannya yang kurang, latar budayanya yang khas, yang perlu ada pendekatan khusus. Jadi, tidak bisa digeneralisir di kota besar sama,” imbuhnya.

Syarief menegaskan, vaksinasi meningitis disebut efektif menekan angka kejadian penyakit meningokokus. Karena itu, kata Syarief, calon haji dianjurkan menjalani vaksinasi meningitis konjugat di fasilitas kesehatan yang bisa mengeluarkan Electronic-International Certificate of Vaccination (e-ICV) paling lambat 10 hari sebelum keberangkatan.

“Manfaat vaksinasi meningitis yang dilakukan oleh para jamaah terbukti berhasil menekan angka kejadian penyakit meningokokus invasif, yang terakhir terjadi pada musim haji dan umrah 2001,” tandasnya.

Lebih lanjut Syarief mengatakan, hal serupa juga dilakukan Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang mewajibkan vaksinasi bagi setiap warga negara yang masuk ke wilayahnya.

Syarief menambahkan, tak hanya vaksin, kesiapan fisik juga menjadi kunci agar ibadah haji bisa berjalan lancar.

“Tentu sangat mengkhawatirkan jamaah kita yang potretnya adalah pengetahuannya rendah, kemudian lansia, yang nekat untuk menjual harta bendanya untuk berangkat haji, tapi pada saatnya mereka langsung terkapar karena memang fisiknya tidak mampu,” katanya.

Syarief menyarankan pemerintah, tokoh agama, dan pemuka masyarakat aktif mengedukasi calon haji. Pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, dan latihan fisik rutin selama tiga bulan hingga satu tahun sebelum keberangkatan sangat disarankan.

“Jadi namanya menabung energi itu di otot dan di lemak itu enggak bisa instan, perlu waktu, tahapan, sampai tercapai bahwa tingkat kemampuan endurance-nya bagus. Itu akan membuat dia proteksi dirinya daya tahannya akan lebih baik, ditambah tadi, vaksinnya,” pungkasnya. (hay)

Leave a Reply