

AMPHURI.ORG, TANGERANG–Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan Program Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah. Program sertifikasi yang berlangsung sejak 17 November hingga 24 November nanti digelar di Hotel Golden Tulip Tangerang ini merupakan upaya Kemenhaj dalam peningkatan kualitas sumber daya pembimbing ibadah, sekaligus bagian dari agenda transformasi penyelenggaraan haji dan umrah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada UIN Jakarta sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) pertama yang menyelenggarakan sertifikasi ini. Wamen Dahnil menegaskan bahwa langkah ini selaras dengan arahan Presiden untuk memastikan transformasi penyelenggaraan haji berjalan dengan melibatkan seluruh unsur bangsa secara kolaboratif.
“Presiden berpesan bahwa transformasi haji harus menjaga semangat persatuan. Pemerintah ingin mengakumulasikan capaian dari para pendahulu, memperkuat keunggulan yang sudah ada, dan menciptakan keunggulan baru dalam pelayanan haji Indonesia,” ujar Wamen Dahnil sebagaimana dilansir dalam laman resmi Kementerian Haji dan Umrah RI, haji.go.id, Rabu (19/11/2025).
Wamen juga menekankan pentingnya peningkatan jumlah pembimbing perempuan, mengingat mayoritas jamaah haji Indonesia adalah perempuan dan masih terbatasnya jumlah pembimbing perempuan di lapangan.
“Data menunjukkan banyak kebutuhan jamaah perempuan yang belum sepenuhnya terlayani. Maka peningkatan kualitas dan jumlah pembimbing perempuan menjadi prioritas,” lanjutnya.
Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menyampaikan apresiasi kepada Kemenhaj atas kolaborasi strategis ini. Rektor berharap program sertifikasi dapat berlangsung berkelanjutan sebagai instrumen peningkatan kompetensi pembimbing ibadah.
“Ini langkah penting untuk memastikan pembimbing haji dan umrah memiliki kompetensi standar dan memahami kebutuhan jamaah secara profesional. Kami siap mendukung agar program ini terus berlanjut dan melahirkan SDM yang berkualitas,” ujarnya.
Selain penyelenggaraan sertifikasi, Kemenhaj juga mendorong agar UIN Jakarta membentuk pusat kajian haji sebagai upaya memperkuat riset, pengembangan kebijakan, dan literasi keilmuan penyelenggaraan haji dan umrah.
Sertifikasi perdana Kemenhaj ini diikuti 100 peserta dari unsur pemerintah, Kanwil Kemenag, dan organisasi masyarakat. Berdasarkan data peserta, komposisi perempuan mencapai 60 persen, mencerminkan meningkatnya keterlibatan pembimbing perempuan dalam ekosistem perhajian.
Turut hadir dalam pembukaan Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Plt. Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Rahardjo, Wakil Dekan I Fita Fatkhurrahmah, Wakil Dekan II Rubiyanah, serta Kasubdit Bina Jamaah Haji Khalilurrahman. (hay)