Umrah Mandiri: Dari Sembunyi-Sembunyi ke Panggung Konstitusi (Sebuah Kronologi Reflektif 2015–2025)
December 31, 2025
Penyelenggaraan Ibadah Haji Khusus 2026 Berisiko Gagal Berangkat
January 1, 2026

Menhaj Kembali Tekankan Kesiapan Pejabat Kemenhaj Hadapi Haji 2026

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, melantik pejabat Eselon II, III, dan IV di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), baik di tingkat pusat maupun daerah. Pelantikan yang berlangsung di Kantor Kemenhaj pada Rabu (31/12/2025) ini menjadi bagian dari penguatan kepemimpinan dan penataan organisasi guna memastikan kesiapan menyeluruh dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Dalam sambutannya, Menhaj menegaskan para pejabat yang dilantik akan berhadapan langsung dengan tantangan strategis, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan layanan haji dan umrah yang semakin kompleks serta menuntut ketepatan, kecepatan, dan akuntabilitas.

“Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 membutuhkan perhatian serius di seluruh bidang, termasuk proses pelunasan biaya haji, keakuratan data jamaah, serta kejelasan informasi kepada masyarakat. Kepastian pelunasan menjadi fondasi utama dalam memastikan kesiapan layanan pada setiap tahapan,” kata Menhaj yang akrab disapa Gus Irfan, sebagaiaman dikutip laman resmi Kemenhaj, haji.go.id, Rabu (31/12/2025).

Gus Irfan juga menekankan pentingnya kesiapan asrama haji sebagai pintu awal pelayanan jamaah. Menurutnya, asrama haji harus memenuhi standar kelayakan, keamanan, kenyamanan, serta ramah bagi jamaah lansia dan penyandang disabilitas.

Kemudian, pada aspek transportasi udara, Gus Irfan menegaskan perlunya koordinasi yang kuat dan berkelanjutan dengan maskapai penerbangan agar proses keberangkatan dan kepulangan jamaah berjalan tepat waktu, aman, dan nyaman. Selain itu, kelengkapan dokumen haji, termasuk paspor dan visa, harus didukung oleh sistem layanan yang terintegrasi dan akurat.

Menhaj juga mengingatkan pentingnya penyediaan perlengkapan haji yang tepat jumlah, tepat waktu, dan tepat kualitas sebagai wujud tanggung jawab negara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah.

“Tidak kalah penting, kesiapan petugas haji sebagai kunci utama keberhasilan layanan di lapangan. Proses seleksi, pembekalan, dan penempatan petugas harus dilakukan secara profesional, transparan, dan berbasis kompetensi, disertai integritas dan empati dalam melayani jamaah,” tegasnya.

Kepada pejabat Eselon II, III, dan IV yang baru dilantik, Gus Irfan menekankan peran strategis mereka dalam memastikan seluruh aspek persiapan haji dan umrah berjalan secara terpadu dan akuntabel. Menhaj mengajak seluruh jajaran untuk bekerja dengan integritas, kecepatan, serta semangat kolaborasi, dengan kepentingan jamaah sebagai orientasi utama.

“Saya harap pelantikan ini menjadi momentum penguatan kinerja organisasi Kementerian Haji dan Umrah dalam mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 yang berintegritas, transparan, akuntabel, dan lancar,” pungkasnya. (hay)

Leave a Reply