Logo

Dirjen Pelayanan Haji: Siapkan Haji 2027, Kemenhaj Perketat Istithaah Kesehatan

Oct 21, 2026 Editorial • 28 views

AMPHURI.ORG, BEKASI—Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ian Heriyawan menegaskan penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama yang harus segera dilakukan dalam menghadapi persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1448H/2027 sejak dini. Berbagai aspek krusial, mulai dari istithaah kesehatan, pemenuhan kuota, kelancaran pelunasan biaya haji, hingga kesiapan dokumen serta sarana pelayanan, kini memerlukan perhatian dan penanganan yang sangat serius.

Demikian ditegaskan Dirjen Ian Heriyawan saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji Dalam Negeri Tahun 1448H/2027 di Bekasi, Selasa (20/10/2026).

Dirjen Ian menekankan bahwa istithaah kesehatan bukan sekadar persyaratan administratif, melainkan bagian penting dari upaya menjaga keselamatan jamaah. Karena itu, seluruh jajaran diminta memastikan proses pelunasan dan keberangkatan berjalan sesuai ketentuan.

Menurutnya, strategi pelunasan tahap pertama dan kedua juga perlu disiapkan secara cermat agar pemenuhan kuota dapat berjalan optimal, dengan tetap memperhatikan kesiapan kesehatan dan kemampuan finansial jamaah.

Selain itu, kata Ian, ketepatan data kependudukan, paspor, dan dokumen visa harus dikawal sejak awal melalui koordinasi dengan instansi terkait. Termasuk kesiapan asrama haji, embarkasi, dan transportasi juga menjadi perhatian, terutama dalam memastikan standar pelayanan yang nyaman, keselamatan perjalanan, serta kelancaran keberangkatan jamaah.

Dirjen Ian menambahkan, evaluasi penyelenggaraan haji 1447H/2026 harus menjadi dasar perbaikan layanan pada tahun berikutnya. Ia meminta jajaran pusat dan Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah menyamakan pemahaman serta menyempurnakan petunjuk teknis agar operasional dan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh daerah.

Koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, dan maskapai penerbangan, juga diperlukan untuk mengantisipasi berbagai tantangan operasional. Seluruh upaya tersebut harus bermuara pada pelayanan yang semakin baik, aman, nyaman, dan memberikan pelindungan kepada jamaah.

Lebih lanjut, Ian pun mengingatkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji membutuhkan kerja sama, ketulusan dalam melayani, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Persiapan yang matang di dalam negeri menjadi bagian penting dari kesinambungan pelayanan jamaah sejak keberangkatan, selama berada di Arab Saudi, hingga berakhirnya operasional haji. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.