Logo

Dirjen Puji: Ekosistem Haji dan Umrah Butuhkan Banyak Disiplin Ilmu

Oct 26, 2026 Editorial • 24 views

AMPHURI.ORG, METRO—Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Puji Raharjo, mendorong mahasiswa menyiapkan kompetensi untuk menghadapi perkembangan ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah. Pasalnya, penyelenggaraan haji dan umrah merupakan ekosistem yang melibatkan beragam bidang keahlian. Ruang kontribusinya mencakup pelayanan jamaah, pengelolaan keuangan, manajemen operasional, kesehatan, transportasi, teknologi informasi, hingga kewirausahaan.

Hal ini disampaikan Dirjen Puji dalam Kuliah Umum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Jurai Siwo Lampung, Metro, pada Senin (26/10/2026), seperti dilansir laman Kemenhaj, haji.go.id.

“Ekosistem haji dan umrah membutuhkan banyak disiplin ilmu,” tegasnya.

Karena itu, Puji mengingatkan bahwa penyelenggaraan haji bukan hanya menyangkut keberangkatan jamaah, tetapi juga pemenuhan kebutuhan mereka agar layanan berjalan dengan baik, aman, dan nyaman.

Menurutnya, perkembangan tersebut membuka peluang karir dan pengabdian bagi lulusan dari berbagai latar keilmuan. Bagi mahasiswa FEBI, pengetahuan ekonomi syariah, perbankan, dan manajemen dapat diterapkan untuk mendukung tata kelola, layanan keuangan, kegiatan usaha, serta pengembangan layanan pendukung haji dan umrah.

“Mahasiswa perlu membangun kemampuan analitis, manajerial, kewirausahaan, dan pemecahan masalah agar dapat menghubungkan ilmu yang dipelajari dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Puji juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan teknologi digital secara produktif. Media sosial, misalnya, dapat digunakan untuk berkarya, mengembangkan usaha, memasarkan produk, serta menyampaikan edukasi dan informasi yang bermanfaat bagi calon jamaah.

“Pemanfaatannya perlu disertai etika komunikasi dan kecermatan dalam menyampaikan informasi, terutama terkait prosedur penyelenggaraan haji dan umrah,” ujar puji mengingatkan.

Selain itu, kata Puji, pemahaman terhadap regulasi dan kebijakan menjadi bekal penting bagi calon tenaga profesional. Informasi yang keliru atau ketidakpatuhan terhadap prosedur resmi dapat berdampak pada jamaah. Karena itu, setiap pihak yang terlibat dalam layanan haji dan umrah perlu menyampaikan informasi secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Puji juga menyoroti perlunya pengembangan profesi yang sejalan dengan meningkatnya kompleksitas layanan. Selain pembimbing ibadah, penyelenggaraan haji dan umrah memerlukan tenaga profesional di berbagai bidang. Perguruan tinggi dapat ikut merespons kebutuhan itu melalui pembelajaran aplikatif, kemitraan dengan instansi terkait, dan pengembangan sertifikasi profesi sesuai standar yang berlaku.

Terkait hal ini, lanjut Puji, Kemenhaj terus mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional. Melalui bekal keilmuan, kecakapan digital, kreativitas, serta integritas, mahasiswa diharapkan dapat membangun karir sekaligus memberikan pengabdian nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan haji dan umrah.

Turut hadir dalam kegiatan yang dibuka oleh Rektor UIN Jurai Siwo Lampung, Ida Umami tersebut, para Wakil Rektor, jajaran dekanat, dosen, dan mahasiswa FEBI serta perwakilan Kanwil Kemenhaj, Kanwil Kemenag Provinsi Lampung. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.