Logo

Kemenhaj Libatkan Pegawai Mutasi Non Muslim

Oct 27, 2026 Editorial • 24 views

AMPHURI.ORG, JAKARTA—Profesionalisme dan integritas menjadi landasan utama dalam membangun birokrasi yang mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Perbedaan latar belakang agama, suku, maupun daerah bukan menjadi penghalang bagi setiap aparatur untuk berkontribusi dalam memperkuat penyelenggaraan haji dan umrah di Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Hal ini diungkap ‎Sekretaris Jenderal Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho, dalam agenda penutupan Entry Program BAtch II bagi pegawai mutasi dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah ke Kemenhaj di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Teguh mengatakan, sebanyak 477 pegawai negeri sipil (PNS) dinyatakan lolos seleksi mutasi dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah ke Kemenhaj, enam pegawai belum dapat mengikuti kegiatan karena sedang menjalani cuti pascamelahirkan, sakit, dan cuti ibadah umrah. Dari 471 peserta yang hadir mengikuti kegiatan Entry Program Batch II, terdapat lima pegawai non-Muslim yang berasal dari Maluku Utara dan Bengkulu.

“Kemenhaj memiliki komitmen sebagai kementerian yang inklusif dan mengedepankan profesionalisme, integritas, keberagaman, dan kesetaraan, tanpa membedakan latar belakang agama, suku, dan ras dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Teguh.

 Menurutnya, keberagaman tersebut menunjukkan bahwa Kemenhaj merupakan institusi pemerintah yang menjunjung tinggi prinsip inklusivitas, kesetaraan, dan profesionalisme dalam pengelolaan sumber daya manusia.

Lebih lanjut, ‎Teguh menjelaskan bahwa setiap aparatur yang bergabung dengan Kemenhaj memiliki tanggung jawab yang sama untuk mendukung pencapaian visi, misi, dan arah kebijakan kementerian. Karena itu, kemampuan, integritas, serta komitmen terhadap pelayanan publik harus menjadi ukuran utama dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Menurut Teguh, kehadiran pegawai dari berbagai latar belakang juga menjadi bagian dari upaya membangun organisasi yang terbuka, adaptif, dan mampu mengoptimalkan potensi sumber daya manusia. ‎Program ini dirancang untuk mempercepat proses adaptasi pegawai terhadap struktur organisasi, budaya kerja, nilai-nilai kelembagaan, serta tata kelola di lingkungan Kemenhaj.

“Melalui Entry Program ini, kami ingin membangun budaya kerja yang profesional, berintegritas, disiplin, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan terbaik kepada jamaah haji dan umrah,” tegasnya.  (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.