Logo

Kemenhaj: Yogya Expo Buka Akses Kemitraan Rantai Pasok Haji dan Umrah

Oct 23, 2026 Editorial • 22 views

AMPHURI.ORG, BANTUL—Yogya Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 melibatkan 121 pelaku UMKM untuk memperluas akses kemitraan dalam rantai pasok kebutuhan jamaah haji dan umrah. Kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pada 23–25 Oktober 2026 di Jogja Expo Center, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini mempertemukan potensi produk lokal dengan peluang pasar di sektor haji dan umrah.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU), Jaenal Effendi dalam keterangannya di Bantul, Jumat (23/10/2026).

Jaenal mengatakan, Yogyakarta memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan jamaah, mulai dari industri kreatif, kerajinan, dan fesyen muslim hingga kuliner halal dan pangan retort. Potensi tersebut menjadi salah satu alasan DIY dipilih sebagai tuan rumah gelaran keempat Expo Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Nasional, setelah Madiun, Bali, dan Makassar.

“Yogyakarta memiliki kekhasan dan keunggulan komparatif sebagai pusat industri kreatif, kerajinan dan fesyen muslim, serta inovasi kuliner halal yang berpotensi menyuplai kebutuhan jamaah haji dan umrah Indonesia. Potensi ini perlu kita hubungkan dengan kebutuhan pasar agar dapat berkembang menjadi peluang usaha yang berkelanjutan,” ujar Jaenal

Jaenal menjelaskan, event ini untuk mempertemukan produk UMKM dengan kebutuhan pasar, Yogya Expo menghadirkan beragam produk, mulai dari perlengkapan haji dan umrah, kebutuhan bekal jamaah, fesyen muslim, produk olahan dan unggulan daerah, hingga makanan dan minuman. Rangkaian kegiatan ini juga mencakup penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Sinergi Tugas dan Fungsi Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah di Provinsi DIY sebagai langkah memperkuat koordinasi dan kolaborasi antarpihak.

Selain pameran, lanjut Jaenal, sebanyak 130 pelaku usaha atau UMKM ditargetkan mengikuti temu bisnis untuk proses kurasi dan business matching. Agenda ini dirancang untuk membuka peluang kerja sama antara UMKM dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), konsorsium penyedia katering dan logistik, serta perbankan syariah. Upaya membuka akses kemitraan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan Surat Pernyataan Minat antara PPIU/PIHK dan pelaku usaha atau UMKM.

Lebih lanjut Jaenal mengatakan, akses pasar juga dikembangkan melalui pemanfaatan Haji dan Umrah Store sebagai bagian dari penguatan rantai pasok digital. Melalui kanal ini, pengembangan produk lokal diharapkan tidak berhenti pada promosi selama pameran, tetapi berlanjut pada peluang pemasaran dan transaksi yang mendukung keberlanjutan usaha UMKM.

Jaenal menegaskan, penyelenggaraan expo diarahkan untuk membangun hubungan usaha yang berkelanjutan, sehingga potensi ekonomi dari penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dapat memberikan manfaat lebih luas bagi pelaku usaha dan masyarakat.

“Expo ini diharapkan menjadi titik awal, bukan titik akhir. Dari pameran menjadi kolaborasi, dari kolaborasi menjadi kemitraan, dari kemitraan menjadi transaksi, dan dari transaksi menjadi pertumbuhan ekonomi serta kemaslahatan masyarakat,” tegas Jaenal.

Yogya Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 menjadi bagian dari upaya Kemenhaj memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan pelaku UMKM. Melalui perluasan akses pasar dan kemitraan, produk unggulan daerah diharapkan semakin mampu memenuhi kebutuhan jamaah sekaligus mendorong UMKM naik kelas dan memperluas manfaat ekonomi haji dan umrah bagi masyarakat Indonesia. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.