Logo

Komnas Haji Apresiasi Kemenhaj atas Penetapan Rencana Perjalanan Haji 2027 Lebih Awal

Oct 23, 2026 Editorial • 34 views

AMPHURI.ORG, JAKARTA–Komnas Haji dan Umrah mengapresiasi langkah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang telah menetapkan rencana perjalanan ibadah haji 1448 H/2027 M jauh lebih awal. Betapa tidak, agenda perjalanan ibadah haji tersebut dibuat jauh-jauh hari atau 8 bulan sebelumnya jika dihitung dari ibadah wukuf di Arafah yang akan berlangsung pada 15 Mei 2027 nanti.

“Kepastian jadwal ini merupakan langkah positif karena memberikan ruang persiapan yang lebih memadai bagi jamaah, keluarga, petugas, dan seluruh pemangku kepentingan penyelenggaraan ibadah haji baik di dalam maupun di luar negeri,” kata Ketua Komnas Haji dan Umrah, Mustolih Siradj dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Mustolih menjelaskan, Kemenhaj melalui Direktorat Jenderal Pelayanan Haji telah mempublikasikan secara resmi jadwal rencana penyelenggaraan ibadah haji tahun 1448H/2027. Terhitung mulai 10 April 2027 jamaah sudah masuk asrama dan berakhir pada 20 Juni 2027 menandai akhir operasional.

Bagi calon jamaah, kata Mustolih, penetapan jadwal sejak dini memberikan keleluasaan untuk mempersiapkan kemampuan finansial, terutama menyangkut pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) sehingga lebih terencana, terukur dan tidak tergesa-gesa. Kepastian waktu juga membantu jamaah mengatur berbagai kebutuhan pribadi, pekerjaan, dan keluarga sebelum keberangkatan.

Menurutnya, waktu persiapan yang lebih panjang harus dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi istita’ah (kemampuan) kondisi kesehatan. Karena aspek kesehatan menjadi syarat utama bagi jamaah yang diminta pihak Saudi memstikan peserta haji sehat dan kuat. Pemeriksaan kesehatan, pengendalian penyakit penyerta, pemenuhan kebutuhan gizi, latihan fisik, serta pembentukan kebiasaan hidup sehat dapat dilakukan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan.

“Dengan persiapan sejak dini, jamaah diharapkan dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan kondisi fisik dan mental yang lebih baik,” ujarnya.

Mustolih menekankan, penetapan jadwal perjalanan haji lebih awal ini perlu diikuti dengan langkah-langkah teknis yang cepat dan terkoordinasi, terutama terkait publikasi data jamaah yang berhak berangkat, jadwal pelunasan biaya haji, pemeriksaan kesehatan, serta pelaksanaan bimbingan manasik.

“Kepastian jadwal tidak hanya menjadi keputusan administratif, tetapi benar-benar menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan kesiapan jamaah,” tegasnya.

Disamping itu, lanjut Mustolih, agar kepastian jadwal perjalanan tersebut lebih memberikan manfaat dan dampak yang lebih nyata, Kemenhaj perlu segera memublikasikan data calon jamaah haji yang akan diberangkatkan pada musim haji 2027. Publikasi tersebut penting agar calon jamaah memperoleh kepastian mengenai status keberangkatannya dan memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan seluruh kebutuhan.

“Selain itu, jadwal dan tahapan pelunasan biaya haji juga perlu segera disampaikan kepada publik secara jelas, terbuka, dan mudah diakses,” katanya.

Mustolih menambahkan, informasi yang disampaikan lebih awal akan membantu jamaah mempersiapkan kemampuan finansialnya, menghindari kesimpangsiuran informasi, serta mengurangi risiko munculnya kendala administratif menjelang batas akhir pelunasan. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.