Logo

Lewat Expo, Kemenhaj Buka Peluang UMKM Naik Kelas

Oct 17, 2026 Editorial • 34 views

AMPHURI.ORG, GOWA—Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kembali membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha dan naik kelas melalui Sulsel Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026. Gelaran expo kali ketiga yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Taman Sultan Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini diikuti sebanyak 200 UMKM.

Menurut Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi, penyelenggaraan expo serupa yang sebelumnya digelar di Madiun dan Denpasar ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi ekonomi daerah sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam berbagai peluang usaha yang berkaitan dengan kebutuhan jamaah haji dan umrah.

“Harapannya, Sulsel Expo ini bisa menjadi pengungkit ekonomi Sulawesi Selatan. Kita ingin potensi yang ada di daerah dapat berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama para pelaku UMKM,” ujar Jaenal dalam keterangannya di Gowa, Jumat (16/10/2026).

Jaenal mengatakan, ekosistem haji dan umrah memiliki peluang ekonomi yang mencakup berbagai sektor, mulai dari pangan, fesyen muslim, perlengkapan ibadah, transportasi, akomodasi, logistik, kesehatan, jasa keuangan, hingga ekonomi digital. Potensi tersebut perlu dimanfaatkan agar produk dan pelaku usaha Indonesia dapat mengambil bagian dalam rantai nilai ekonomi haji dan umrah.

“Salah satu peluang yang dapat dikembangkan ialah produksi oleh-oleh haji oleh UMKM lokal,” katanya.

Karena itu, kata Jaenal, melalui pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan jamaah, pelaku usaha daerah berpeluang memperluas pasar sekaligus meningkatkan keterlibatan produk dalam negeri dalam aktivitas ekonomi haji dan umrah.

Lebih lanjut, Jaenal menyampaikan, keterlibatan UMKM dalam ekosistem tersebut perlu diikuti peningkatan kapasitas dan skala usaha. UMKM tidak cukup hanya berpartisipasi dalam pameran, tetapi juga perlu didorong untuk bertransformasi dari usaha informal menjadi formal, memperluas jangkauan pasar, serta menjadi bagian dari rantai pasok yang lebih luas.

“UMKM harus kita dorong untuk naik kelas. Dari informal menjadi formal, dari lokal menjadi nasional, dari nasional menjadi global, dan dari sekadar pemasok menjadi bagian dari rantai pasok ekosistem haji dan umrah,” tegasnya.

Untuk mendukung proses tersebut, lanjut Jaenal, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, penyedia teknologi, dan pelaku UMKM. Pemerintah berperan membuka peluang, dunia usaha memperluas akses pasar, perbankan mendukung pembiayaan, sedangkan teknologi dapat membantu meningkatkan konektivitas antara produk, pelaku usaha, dan konsumen.

Menurut Jaenal, kolaborasi tersebut perlu diarahkan pada hasil yang dapat dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat. Pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah tidak cukup diukur dari terselenggaranya kegiatan, tetapi juga dari peluang kerja sama dan aktivitas ekonomi yang dapat berlanjut setelah expo berakhir.

“Kolaborasi yang kita bangun tidak boleh berhenti pada seremoni, tetapi harus menghasilkan nilai tambah, transaksi, investasi, lapangan kerja, dan kesejahteraan,” pungkasnya. (hay)

Comments

No comments yet. Be the first to comment.

Leave a Comment

Your email will not be published.
Your comment will appear after admin approval.